0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KMP Tetap di Luar Koalisi

dok.merdeka.com

Koalisi Merah Putih (KMP)

KMP Tetap di Luar Koalisi
Timlo.net – Koalisi Merah Putih (KMP) tetap berada di luar pemerintahan sebagai pengawas kinerja eksekutif. Jika program pemerintah baik, KMP harusnya mendukung.

“Ya saya kira mungkin lebih baik kalau saya pribadi lebih baik ada yang di luar supaya bisa jadi penyeimbang. Jadi lebih elok KMP di luar pemerintah. Tapi ikut dukung pemerintah kalau ada progam pemerintah yang bagus,” jelas adik Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Kamis (23/7).

Hashim menegaskan, posisi KMP lebih baik berada di luar pemerintahan ketimbang bergabung. Meski begitu, lanjut dia, hubungan KMP dengan pemerintah tetap bejalan baik.

“Menurut saya progam pemerintah banyak yang bagus. Kalau KMP masuk pemerintah nanti tidak ada oposisi, tak ada cek and balances. Saya kira Pak Jokowi tahu itu, kami tetap bersahabat meskipun kami di luar,” tutupnya.

Sementara, Partai Amanat Nasional (PAN) adalah anggota KMP yang paling santer dikabarkan bakal dapat jatah kursi menteri. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan usai bertemu Jokowi di Istana pun sempat mengisyaratkan partainya masuk pemerintah.

Beberapa kali melakukan pertemuan dengan Jokowi, Zulkifli menyarankan agar reshuffle dilakukan setelah satu tahun kerja pemerintahan, sekitar bulan Oktober saja.

Sejumlah nama kader PAN sudah ramai diisukan yang bakal masuk kabinet. Salah satunya Dradjad Wibowo, loyalis Hatta Rajasa yang juga ahli ekonomi ini dinilai cocok perbaiki kinerja pemerintahan di sektor ekonomi yang menjadi sorotan belakangan ini.

Namun lagi-lagi, belum ada pernyataan resmi dari Istana kapan akan dilakukan reshuffle. Zulkifli hanya menyarankan Jokowi lakukan pergantian kabinet pada bulan Oktober nanti.

“Orang mau kerja, 6 bulan diganti. Orang mau puasa, kerja menstabilkan harga, kok reshuffle,” kata Zulkifli, Kamis (23/7).

Namun, menurut Zulkifli waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan perombakan menteri ialah 10 bulan masa pemerintahan. Sebab, dalam rentang waktu 7 bulan hanya bisa dimanfaatkan untuk perbaikan internal.

“Kalau reshuffle menurut saya 10 bulan. Kalau Oktober boleh lah. Saya kira 10 bulan sudah mulai matang, sudah bisa kompak,” tuturnya.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge