0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Garam Bledug Kuwu Kini Hampir Tinggal Nama

timlo.net/eko prasetyo

Garam Bledug Kuwu

Grobogan – Garam asal Bledug Kuwu, Grobogan pernah termasyhur di berbagai kota. Namun kini hampir tinggal nama, karena produksinya menurun terus. Padahal banyak yang mencarinya.

”Menurunnya produktivitas garam Bleduk Kuwu, bukan karena bahan mentahnya habis, tetapi petaninya tidak melakukan regenerasi,” ujar Tono, salah satu petugas Taman Wisata Bledug Kuwu kepada Timlo.net.

Tono mengatakan, gelembung lumpur yang dikeluarkan dari dalam bumi, selain bersamaan dengan asap dan gas, juga berupa air mengandung garam. Dari air garam yang bahan mentahnya, dialirkan kemudian ditampung, para petani garam Bledug Kuwu, mengolahnya hingga menjadi garam dapur.

Menurut Tono, awalnya air yang mengandung garam ditampung pada bambu yang airnya menetes. Endapan kandungan yang terdapat pada air itu akan berada di bambu itu. Endapan yang mengering itulah menjadi garam.

“Sebetulnya relatif mudah prosesnya,” ujarnya.

Namun demikian, kata Tono, belasan tahun belakangan ini pengerjaan proses produktivitas tersebut hanya dilakukan oleh para orang-orang yang sudah tua. Para generasi muda sudah enggan melanjutkan aktivitas pengerjaan produksi garam tersebut. Padahal orang-orang tua petani garam itu tinggal beberapa orang saja.

“Kelak kalau tidak ada penerusnya, bisa diyakini garam Bledug Kuwu tinggal nama saja,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge