0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanpa Galah Bambu, Puluhan Orang Beradu Kecepatan Menaiki Gethek

timlo.net/aditya

Lomba gethek di Rowo Jombor, Bayat, Klaten

Klaten — Pertama kalinya, Pekan Syawalan di kawasan Rowo Jombor dimeriahkan lomba gethek. Selepas grebeg syawalan yang memperebutkan gunungan ketupat, Kamis (23/7) siang, puluhan orang beradu kecepatan mengarungi perairan rawa berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.

“Lewat gethek kita ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa kita sepantasnya mencintai air dan melestarikan alat transportasi tradisional ini,” kata Camat Bayat, Edy Purnomo, Kamis (23/7).

Dijelaskan, peserta lomba ada 40 tim, masing-masing tim terdiri dua orang. Mereka beradu kecepatan tanpa menggunakan galah bambu, hanya tangan kosong, pada lima perlintasan sepanjang 100 meter. Dari puluhan pria peserta lomba, juga terlihat dua tim yang berisi perempuan paruh baya.

Adapun juara pertama bakal membawa uang sebesar satu juta rupiah. Juara kedua Rp 750 ribu, ketiga Rp 500 ribu dan juara harapan satu dan dua masing-masing Rp 300 ribu. Sebelum lomba dimulai, panitia melepaskan tiga itik. Bagi yang mampu menangkapnya, diberi hadiah Rp 300 ribu.

“Lomba ini bukan sekadar hiburan. Pasalnya, Bayat merupakan daerah rawan banjir. Sehingga lewat lomba ini kita juga sedikit tahu bagamana mengevakuasi diri saat banjir,” tambah Edy, disela-sela lomba.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Sumarni (47), mengaku sudah biasa menaiki gethek di perairan Rowo Jombor. Sebagai warga Krakitan, ia berharap tahun depan lomba gethek digeler lebih meriah.

“Bukan soal hadiah uangnya mas. Yang penting bisa meramaikan,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge