0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Diminta Tertibkan Rumah Ibadah Tanpa Ijin

timlo.net/heru

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) saat audensi dengan Walikota Solo

Solo — Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menertibkan rumah ibadah tanpa ijin. Hal itu disampaikan perwakilan LUIS saat menggelar audiensi dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (22/7) di Balaikota Solo.

“Kami pengurus DPP LUIS Surakarta bersama elemen umat Islam Surakarta menyampaikan keberatan dengan keberadaan GIDI (Gereja Injil Di Indonesia) yang bertempat di Jalan Rebab no 17 RT 05 RW 3 kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan,” ungkap Yusuf Suparno selaku sekretaris LUIS saat membacakan surat yang akan diserahkan kepada Walikota.

LUIS menilai keberadaan GIDI di kawasan Serengan tersebut meresahkan masyarakat. Lantaran masih berhubungan dengan kelompok massa yang menyerang Muslim yang akan Sholat Idul Fitri di Kabupaten Tolikara Papua.

Kuasa Hukum LUIS Joko Sutarto menambahkan, dalam hal ini LUIS tidak mempermasalahkan perbedaan agama diantara mereka. Namun dia menegaskan keberadaan rumah pribadi yang digunakan untuk aktivitas peribadatan selama beberapa tahun terakhir tersebut, belum ada ijin dari pemerintah kota.

“Dalam hal ini kami tidak mempermasalahkan perbedaan agama, hanya permasalahan ijin, Mereka tidak ada legal standing,” ungkapnya.

Sementara Walikota Solo berjanji akan segera mengirimkan surat kepada pemilik rumah perihal aduan tersebut. Dia mengatakan akan segera berkoordinasi dengan muspida setempat guna mengatasi permasalahan ini. Tak lupa Rudy juga mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Bengawan.

“Saya siap membuka pintu dialog jika ada permasalahan. Saya minta semua pihak untuk menjaga kondusifitas kota Solo ini. Persoalan ini akan segera kita tangani,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge