0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Pembuatan Gunungan Ketupat Syawalan Rowo Jombor

timlo.net/aditya wijaya

Ibu-ibu Desa Krakitan Bayat tengah menyiap ketupat untuk perayaan puncak syawalan

Klaten – Sehari jelang puncak Syawalan di Rowo Jombor, Rabu (23/7), puluhan ibu-ibu tengah berkumpul di kediaman Sahudi (56) di depan Balai Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Dengan tangan lincahnya, mereka masing-masing memegang janur kuning atau bungkus ketupat.

“Sejak tadi pagi kami gotong royong membuat tujuh ribu ketupat untuk dihidangkan esok pagi di Bukit Sidoguro,” ujar Sahudi, Rabu (23/7).

Dikatakannya, ribuan ketupat ini akan disajikan dalam delapan gunungan. Selain itu, pihaknya menerima perintah dari Dinas Pariwisata Klaten agar menghidangkan 3.500 opor siap saji dalam tradisi Lebaran Ketupat yang dilakukan sepekan setelah Idul Fitri atau lebih dikenal dengan Syawalan tersebut.

“Gunungan besarnya ada satu dengan diameter jodangan 80 sentimeter dan tinggi 1,5 meter. Sedangkan sisanya, jodangan kecil berukuran 60,5 x 120 sentimeter. Untuk opor siap saja akan dibungkus mika plastik berisi sambel goreng, rambak cawas, telor separo, dan ketupat,” katanya.

Ibarat seorang Bandung Bondowoso yang membangun Candi Prambanan. Ia sengaja membuat hidangan berbahan dasar beras putih dalam waktu satu hari satu malam. Pasalnya, ia pernah merasakan dicemooh banyak orang.

“Suatu kali ada instansi yang pesan gunungan ketupat dari pihak luar. Ternyata kualitasnya tidak bagus dan basi. Dikira orang-orang, ketupat itu yang membuat saya. Untung setelah ditelusuri memang bukan ketupat bikinan saya,” tukas pria yang sehari-hari memiliki usaha rias pengantin ini.

Dengan dikerjakan sehari sebelum acara, ia melibatkan 60 perempuan paruh baya yang merupakan tetangga kanan kirinya. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk membuat makanan khas lebaran itu, Sahudi menyebut, mencapai Rp 25 hingga Rp 30 juta.

“Kalau dikerjakan beberapa hari sebelumnya takutnya malah basi. Maka dilembur hingga besok pagi agar bisa langsung diarak ke Bukit Sidoguro. Dan alhamdullilah sudah 15 tahun saya dipercaya Dinas Pariwisata untuk membuat gunungan ketupat syawalan,” terangnya.

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge