0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perpanjangan Konsesi Pelabuhan Peti Kemas Berpotensi Rugikan Negara

peti kemas (dok.merdeka.com )

Timlo.net — Pegawai PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menyatakan sikap terkait perpanjangan Konsesi Pelabuhan Petikemas terbesar di Indonesia dan salah satu terbaik di Asia oleh PT Pelindo II kepada Hutchison Port Holdings (HPH).

Ketua Umum serikat pekerja JICT, Nova Sofyan Hakim menuturkan, proses perpanjangan konsesi terkesan terburu-buru. Sebab dilakukan 5 tahun sebelum berakhirnya konsesi yang disepakati 1999.

Keputusan ini berpotensi merugikan negara. Nilai konsesi tahun 2015 hanya USD 200 juta, jauh lebih murah dibanding nilai pada 1999 sebesar USD 243 juta.

“Selain itu proses ini dilakukan dengan mekanisme tender tertutup sehingga tidak dimungkinkan tercapainya harga optimal dan potensi tuntutan post bidder claim dari peserta tender tahun 1999,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7).

Dia juga menuding Dirut IPC dan Hutchison bersama Dewan Direksi JICT telah melakukan perbuatan melanggar kaidah yang diatur dalam Amandemen Konsesi dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sofyan mencontohkan, Dirut IPC mengirimkan invoice tertanggal 23 Juni 2015 atas kewajiban JICT membayar rental cost; IPC bersama-sama dengan Hutchison telah secara sepihak mengubah struktur organisasi di JICT, di mana struktur organisasi JICT telah berubah.

Semula jabatan Direktur Utama adalah hak representasi dari Hutchison, berubah menjadi hak representasi dari IPC, yang tentunya ini melanggar dari Perjanjian Pemegang Saham JICT tanggal 27 Maret 1999. Direktur Operasi IPC juga mengirimkan surat penggunaan fasilitas Terminal 2 dengan mendasarkan pada Amandemen Konsesi.

“Semua tindakan yang dilakukan berdasarkan Amandemen Konsesi tidak mempunyai akibat hukum alias batal sehingga tidak dapat diimplementasikan,” jelas dia.

Sebagai informasi, JICT adalah aset emas Indonesia dengan keuntungan tahun 2013 mencapai USD 280 juta. Selama 16 tahun JICT telah dikelola oleh anak bangsa dan menghasilkan prestasi sebagai pelabuhan petikemas terbaik di Indonesia dan Asia. Sehingga kemampuan yang handal dalam pengelolaan pelabuhan petikemas internasional dan teknologinya yang memadai sudah dicapai.

[noe]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge