0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jaksa Diharapkan Tingkatkan Kemampuan Tangani Suatu Kasus

timlo.net/khalik

Ketua Ikatan Purna Adhiyaksa Solo, Waluyo

Solo — Kemajuan teknologi serta perkembangan jaman makin menambah aneka ragam modus kejahatan. Seiring perkembangan tersebut, penjahat dengan lihai memanfaatkan celah untuk menutupi jejak kasus kejahatannya.

“Tidak dapat dipungkiri, jika seiring perkembangan jaman modus kejahatan yang dilakukan oleh para pelakunya juga makin canggih dan beraneka ragam,” terang Ketua Ikatan Purna Adhiyaksa Solo, Waluyo (70) saat ditemui wartawan disela kegiatan Ramah Tamah Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 Tahun 2015 di Kejaksaan Negeri Solo, Rabu (22/7) siang.

Mantan Kejati Yogyakarta tahun 2005-2006 itu mengaku, hal ini merupakan tantangan besar bagi jaksa-jaksa muda yang berkecimpung khususnya di bidang Pidana Khusus (Pidsus). Kebanyakan, pelaku Pidsus menggunakan celah teknologi untuk melarikan sejumlah uang ke nomor-nomor rekening tertentu supaya tidak mudah terlacak. Tak hanya itu, untuk menutupi jejaknya mereka juga tak segan membuat modus yang tersusun secara rapi untuk mengecoh para penyidik dari kejaksaan.

“Modus kejahatan Pidsus ini sudah berkembang pesat. Para jaksa diharuskan terus belajar dan mengasah pengalaman supaya tidak mudah kecolongan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata pria yang dulu pernah menjabat sebagai PLT Kajari Solo tahun 2001 tersebut, perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait. Seperti kepolisian, TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) supaya dalam pengembangan kasus lebih transparan dan tidak terkesan adanya hal yang ditutup-tutupi.

“Sebelum menjalin kerjasama dengan pihak eksternal, terlebih dahulu dari tingkat jajaran internal Kejaksaan dibenahi terlebih dahulu. Jika sudah terlaksana, maka penyelesaian tugas pengungkapan kasus di lapangan dapat dengan mudah dilaksanakan,” jelas Waluyo.

Pihaknya berharap, di HUT 55 Bhakti Adhyaksa para jaksa lebih meningkatkan mentalitas khususnya dalam penanganan kasus. Mengingat, mentalitas yang tertanam tersebut sangat mempengaruhi dalam proses suatu penyelesaian masalah.

“Harapannya, supaya dalam penanganan suatu kasus tidak tebang pilih juga mentalitas dalam menangani suatu kasus harus benar-benar sesuai. Karena akan berpengaruh dalam hal penanganan kasus tersebut,” tandas Waluyo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge