0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemudik Wonogiri “Dicaplok” Armada Luar Daerah

Sejumlah pemudik menurunkan barang bawaannya di Terminal Giri Adipura Wonogiri (Dok. Timlo.net/Tarmuji)

Wonogiri — Pengusaha bus lokal Wonogiri mengaku Lebaran tahun ini sepi. Pasalnya banyak pemudik yang akan balik ke Jakarta menggunakan bus malam atau AKAP (antar kota antar propinsi) dicaplok bus malam luar Wonogiri.

“Ramai tahun lalu, Lebaran ini pemudik menggunakan bus malam merosot,” ujar Margono, pemilik PO Tunggal Dara Putra, Ngadirojo, Wonogiri, Selasa (21/7).

Menurutnya, puncak arus balik dari daerahnya diprediksi bakal terjadi Jumat dan Sabtu (24-25/7). Sejak H+2 Lebaran, penumpang bus malam jurusan Wonogiri-Jakarta mulai ramai. Namun, Margono memprediksi ledakan atau puncak arus balik pasca hari raya dari daerahnya berlangsung dua hari saja yakni Jumat dan Sabtu.

“Untuk melayani penumpang puncak arus balik kami menyiapkan 23 unit armada,” imbuh Margono.

Terpisah, Ketua Organda Wonogiri Edi Purwanto, yang juga pengusaha bus malam PO Sumba Putera Tirtomoyo mengungkapkan, keramaian arus balik banyak ‘dicaplok’ armada atau PO dari luar daerah Wonogiri. Pasalnya, kata Edi, hasil pantauan kami di lapangan salah satu PO yakni Agra yang selama ini mengoperasikan 16 unit bus perhari namun saat ini mencapai 20 bus perhari.

“Monopoli semacam ini jelas-jelas merugikan kalangan pengusaha lokal anggota Organda, kami minta pihak terkait khususnya Dishubkominfo dan Satlantas menertibkan armada luar daerah ini,” kata Edi.

Edi menambahkan, banyak armada yang diduga keras tidak mengantongi  ijin trayek masuk Wonogiri, tidak kir serta tidak laik jalan namun mereka bisa leluasa mencari penumpang hingga terminal kecamatan-kecamatan.

“Mestinya mereka ditindak tegas namun kenyataannya seperti sengaja dibiarkan petugas di lapangan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge