0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fokus Pariwisata, Sektor Pertanian Bali Justru di Ujung Tanduk

merdeka.com

Wisatawan asing

Timlo.net — Bali semakin kokoh sebagai satu dari tiga pintu gerbang pariwisata Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Bandara Ngurah Rai tak pernah tergeser dari posisi puncak sebagai pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia.

Di balik kokohnya sebagai tujuan utama pariwisata Indonesia, ekonomi bali justru semakin rapuh lantaran hanya fokus mengembangkan sektor pariwisata. Sementara sektor lainnya justru di ujung tanduk. Semisal sektor pertanian yang jadi ciri khas Indonesia sebagai negara agraris.

Dari kajian Bank Indonesia Provinsi Bali, pada 2014 pertumbuhan sektor pertanian hanya 0,02 persen dibandingkan dengan tahun 2011 yang berkembang 2,22 persen. Sementara itu sektor pariwisata tumbuh tinggi tiap tahun. Pada 2014 sektor ini tumbuh 8,43 persen.

Kajian triwulan II 2014 menunjukkan terpojoknya sektor pertanian dibandingkan dengan perkembangan sektor pariwisata. Ketua Pusat Penelitian (Puslit) Subak Universitas Udayana Prof Wayan Windia mengingatkan, Pemerintah seharusnya membuat program untuk mengembangkan sektor ekonomi lain di luar pariwisata.

“Kalau tidak, maka Bali akan terus-menerus terjebak dalam ekonomi kapitalis, di mana sektor yang kaya akan semakin kaya, sedangkan sektor yang miskin terus semakin miskin,” ujarnya di Denpasar, Selasa (21/7).

Windia menilai permasalahan yang kini muncul di Bali berkait erat dengan proses pembangunan sektor pariwisata.

“Pembangunan sektor pariwisata menyebabkan adanya alih fungsi lahan yang hingga kini sulit dikendalikan,” kata Prof Windia yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana ini.

Dalam pandangannya, sawah dan organisasi pengairan tradisional bidang pertanian (subak), dan pertanian di Bali sangat penting artinya bagi budaya dan pariwisata, namun tidak ada usaha yang strategis dan nyata agar eksistensi subak, sawah, dan pertanian di Bali dapat terus berlanjut.

Dia meyakini. kehancuran sektor pertanian, sawah, dan subak di Bali tak lepas dari invasi dan perkembangan sektor pariwisata. Pembangunan hotel dan restoran semakin kencang dilakukan. Walaupun harus diakui sumbangannya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali semakin membesar.

[noe]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge