0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selain Langka, Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu

timlo.net/agung widodo

Elpiji ukuran 3 kilogram

Sragen — Harga gas elpiji ukuran 3 kilogram menembus angka Rp 25 Ribu selama Lebaran. Tidak hanya itu, kelangkaan juga terjadi di sejumlah pangkalan menjelang lebaran.

“Sudah 3 hari sebelum lebaran kami tidak menjual elpiji. Hal ini lantaran di pangkalan juga tidak ada,” kata salah satu pemilik warung, Siti (39), warga Dukuh Wotan RT 2, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jumat (17/7).

Dari pantauan Timlo.net, beberapa warung dan toko di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, sudah tidak menjual elpiji bentuk melon tersebut lantaran tidak ada distribusi di pangkalan elpiji. Bahkan, sehari menjelang lebaran di pangkalan SPBU Pilangsari sudah kehabisan stok. Kalaupun ada toko yang menjual harganya mencapai Rp 25 ribu.

“Masih ada stok dua tabung, tapi harganya 25 ribu,” ujar Suharni (53), pemilik toko di Dukuh Murong, Desa Kebonromo, Ngrampal.

Padahal sebelumnya, Kabag Humas Setda Sragen Tugino mengatakan, Pemkab Sragen telah mengajukan tambahan alokasi elpiji untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan saat Hari Raya Idul Fitri. Jumlah tambahan pasokan elpiji 3 kilogram mencapai 150 persen dari jumlah kebutuhan harian di wilayah Sragen sebanyak 20.800 tabung perhari.

Kepala Seksi Pembinaan Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Sragen, Joko Suranto menambahkan, penambahan elpiji itu bahkan telah dilakukan selama bulan Ramadan.

“Kalau Ramadan memang permintaan dan kebutuhan elpiji melon meningkat, karena banyak orang yang berjualan untuk menu buka dan sahur,” kata Joko Suranto.

Menurut Joko, saat ini Sragen memiliki sembilan agen dengan sekitar 700 pangkalan yang tersebar di 208 desa dan kelurahan yang ada di 20 kecamatan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge