0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Kue Khas Yang Jadi Idola Saat Lebaran

merdeka.com

kembang goyang akar kelapa biji ketapang

Timlo.net — Hari Raya Idul Fitri hampir tiba, seluruh masyarakat Indonesia berbondong-bondong mempersiapkan bermacam makanan untuk menemani hari raya. Banyak jenis kue yang menjadi pilihan masyarakat, seperti nastar, kastengel, dan lain-lain. Tak ketinggalan pula kue kering khas Betawi yang tidak kalah diminati oleh banyak orang, yaitu kue biji ketapang, akar kelapa, dan kembang goyang.

Kue biji ketapang sendiri terinspirasi dari buah pohon ketapang yang berbentuk bulat, berkulit keras dan ujungnya runcing. Dahulu pohon dengan nama latin Terminalia cattapa L ini, banyak ditemui di jalan-jalan besar Kota Jakarta.

Bahkan saking banyaknya pohon ini, ada sebuah gang yang dinamakan Gang Ketapang. Buah ketapang yang banyak tercecer di jalanan sering dipungut untuk dimakan bijinya, karena rasanya yang gurih dan teksturnya renyah.

Ada pula kue akar kelapa yang juga menjadi pilihan masyarakat sebagai kue pelengkap sajian lebaran. Kue akar kelapa terbuat dari tepung beras putih, kelapa, tepung sagu dan bahan-bahan lainnya.

Kue ini juga dikenalnya dengan sebutan kue procot karena cara membuatnya yang harus dicetak di tabung kecil. Kemudian sebelum digoreng dengan minyak panas, adonan dikeluarkan dengan alat. Sementara kue ini disebut dengan akar kelapa karena bentuknya yang melingkar seperti gumpalan akar kelapa.

Selain biji ketapang dan akar kelapa, kue kering yang juga banyak diminati masyarakat adalah kue kembang goyang. Sesuai namanya, kue kembang goyang bentuknya menyerupai bunga atau kembang yang sedang mekar.

Kembang goyang sendiri merupakan nama sejenis perhiasan yang dipasangkan di rambut atau sanggul konde dan dapat bergerak-gerak atau bergoyang karena memiliki pegas yang biasa dipakai oleh pengantin-pengantin Jawa.

Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai bunga atau kembang dan proses membuatnya juga digoyang-goyang sampai adonan terlepas dari cetakan. Dengan cita rasa yang gurih dan manis, kue ini cocok disajikan saat hari raya Idul Fitri dan acara-acara hajatan lainnya.

Namun seiring perkembangan jaman, kue ini mengalami modifikasi rasa. Beberapa tetes penambah rasa frambojen, pandan, dan biji wijen ditambahkan pada adonan kembang goyang akan membuat rasa kembang goyang menjadi beragam.

[rep]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge