0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Bunga Tabur Naik, Pembeli Jadi Enggan

foto: Nanin

Pedagangan bunga

Boyolali – Harga bunga tabur mengalami kenaikan hingga 10 kali lipat. Kenaikan harga disebabkan kelangkaan bunga ditingkatan petani akibat musim kemarau. Akibatnya banyak pembeli, kebanyakan warga luar kota yang tidak jadi membeli.

“Pada balik kanan, tidak jadi membeli. Takut dengan harganya,” ujar Jamari (45), pedagang bunga di trotoar Pasar Boyolali Kota, Jumat (17/7).

Padahal, saat lebaran seperti ini, tingkat pembelian bunga tabur pasti mengalami kenaikan. Sehingga pedagang bunga bisa untung besar. Namun sayangnya, pembeli sepi. Dijelaskan, dibandingkan saat bulan Ruwah atau menjelang Ramadan, harga bunga anjlok.

“Waktu ruah, satu keranjang hanya Rp 5 Ribu, sekarang jadi Rp 50 Ribu,” imbuhnya.

Bahkan, tujuh bunga tabur, oleh pedagang dijual Rp 15 Ribu, atau satu tangkainya dijual Rp 2 Ribu. Selain harga naik, stok bunga di petani juga minim. Sehingga bila ada barang harus berebut antar pedagang.

Minimnya bunga tabur seperti mawar merah, putih dan jingga, ini akibat musim kemarau sehingga bakal bunga banyak yang rontok.

Hal senada juga diungkapkan Mujirah (90), nenek asal Musuk ini, terpaksa tidak berlebaran di rumah namun memilih berjualan bunga. Sayangnya, keinginan untuk mendapatka keuntungan besar dengan berjualan bunga, harus pupus. Menyusul sepinya pembeli bunga.

“Baru laku dua keranjang, ini masih banyak bunganya,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge