0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suka Duka Menjadi Seorang Paspampres

foto: Khalik

Letkol Inf Chrisbianto Arimurti

Solo – Menjadi pengawal presiden tak cuma bermodal tubuh yang besar dan kuat. Namun juga harus bernyali besar. Salah satunya, dengan menjadikan tubuh sebagai tameng jika terjadi serangan mendadak.

“Jika menjadi Paspampres harus siap tubuhnya dijadikan tameng untuk presiden jika ada serangan seperti ditembak mendadak,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0735/ Solo, Letkol Inf Chrisbianto Arimurti.

Jika terjadi tembakan, kata mantan Paspampres di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, seorang Paspampres wajib melindungi dengan dengan tubuhnya. Meski bjegitu, seorang Paspampres wajib menggunakan pelindung anti peluru. Sedangkan untuk membalas tembakan, Paspampres lainnya telah disiapkan untuk melakukan tembakan balasan.

Dia mengatakan sebagai tentara memang harus siap menghadapi situasi. Chrisbianto mengungkapkan, jika kondisi darurat harus tahu apa yang perlu dilakukan.

Anggota Paspampres tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun atau ‘zero accident’. Diterangkan, Pengamanan memerlukan kewaspadaan tinggi, siap untuk menghadapi apa pun yang terjadi.

Dia juga menjelaskan paspamres wajib menyiapkan segala sesuatui terkait keselamatan presiden. termasuk mengecek kondisi kendaraan yang akan digunakan Presiden.

Terdapat beberapa pembagian Grup Paspampres. Anggota paspampres di grup 1 untuk pengamanan Presiden dan keluarganya. Sedangkan grup 2 untuk pengamanan Wakil Presiden dan keluarganya. Untuk grup 3 bertugas mengatur tamu-tamu negara.

“Grup 3 koordinasinya dengan Kemenlu. Jadi pengamanannya seperti apa, tempat mana yang mau dikunjungi kami yang mengatur,” jelasnya

Chrisbianto mengatakan pada saat pesta pernikahan putra sulung, Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda beberapa saat lalu pihak pengamanan mendapat Apresiasi dari Presiden. Dia mengatakan pihak keamanan mampu bekerja dengan baik.

Para tamu merasa puas dengan sikap pelayanan yang diberikan. Pujian juga disampaikan uleh para Duta Besar Negara sahabat.

“Pihak Keamanan baik dari TNI/Polri mendapat ucapan terima kasih, itu disampaikan langsung Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan mewakili Presiden saat pembubaran panitia kemanan. Kerja kami, meskipun ketat, petugas tetap bersikap sopan dan ramah,” tuturnya.

Terkait posisinya yang saat ini sudah tidak bertugas di paspampres, dia bersama pasukan Kodim 0735/Solo siap menjaga keamanan Presiden.

“Dengan atau tanpa perintah, kami siap mengamankan presiden,” tegasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge