0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dibujuk Keluarga, Kenek Rukun Sayur Menyerahkan Diri

timlo.net/nanang

Kenek bus Rukun Sayur menyerahkan diri

Karanganyar — Sularto, kenek bus Rukun Sayur yang mengemudikan bus AD 1543 CF dan mengalami kecelakaan di ruas jalan tol Palikanci kilometer 202, menyerahkan diri ke Mapolres Karanganyar, Rabu (15/7) pukul 17.00 WIB.

“Kami mendampingi Sularto menyerahkan diri didampingi istri, saudara, dan tokoh masyarakat di Dusun Krangean, RT 01/RW 02, Desa Nglebak, Tawangmangu,” kata Suwarno, salah satu kerabat Sularto kepada wartawan, Rabu (15/7).

Suwarno menuturkan, keluarga berhasil membujuk Sularto menyerahkan diri setelah dirinya pulang ke rumah salah satu saudara di Karangpandan. Sularto tidak pulang ke rumah di Tawangmangu.

“Keluarga menjemput Sularto ke rumah saudaranya di Karangpandan,” kata Suwarno.

Menurut cerita Sularto, lanjut Suwarno, dirinya terpental dari kursi sopir dan jatuh ke gorong-gorong namun tetap dalam kondisi sadar. Lalu dia berjalan menyusuri gorong-gorong sampai ke permukiman warga. Selanjutnya dia naik bus diturunkan di Tembalang, Semarang. Dari Tembalang dia jalan kaki sampai Krapyak.

“Dari Krapyak, Sularto mencari bus tujuan Solo dan turun di Panggung Jebres. Dari Panggung, dia berjalan kaki ke Palur,” kata Suwarno.

Dari Palur, Sularto naik Langsung Jaya dan turun di Terminal Karangpandan. Selanjutnya dia telepon saudara. Kemudian, dia dijemput saudaranya naik mobil Pak RW.

“Kondisi ya luka-luka. Tangannya patah. Dia memasukkan tangan kanan yang luka itu ke dalam celana. Untuk menahan sakit,” tutur Suwarno.

Suwarno menambahkan, Sularto tidak mengetahui bahwa 11 penumpang tewas di lokasi kejadian. Dia juga tidak tahu kondisi bus ringsek. Dia mengetahui kondisi busnya dari cerita penumpang lain saat naik bus Langsung Jaya.

“Katanya, dia tahu banyak yang meninggal dari obrolan penumpang di bus Langsung Jaya,” tutur Suwarno berkaca-kaca.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge