0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

World Class Education Tak Perlu Undang Harvard University

dok.timlo.net/gg
Kampus ISI Surakarta (dok.timlo.net/gg)

Solo – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar acara Dies Natalis ke 51 di Pendapa ISI, Solo, Rabu (15/7). Pakar ekonomi Sri Edi Swasono yang juga menjadi Ketua Dewan Penyantun ISI tampil berbicara dalam acara yang dipimpin oleh Rektor ISI Surakarta, Prof Sri Rochana.

“ISI mesti memiliki kekhasan Indonesia. Sehingga menjadi daya tarik mahasiswa luar negeri untuk datang dan belajar,” ujar Edi Swasono dalam sambutan pada acara puncak.

Edi Swasnono menyatakan, ISI Surakarta tidak perlu terpancing rongrongan untuk mengikuti salah pikir tentang world class university. Tidak tepat world class education dibangun dengan cara mengundang Harvard University atau universitas-universitas terkemuka di luar negeri mendirikan cabangnya di Indonesia. Mereka cukup bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia, termasuk di ISI Surakarta.

“ISI Surakarta dalam mendirikan world class universities-nya sendiri di Indonesia, tentang yang spesifik Indonesia, dimana orang-orang mancanegara datang berbondong-bondong belajar ke Indonesia karena kekhasan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Swasono, ISI Surakarta telah mengarahkan mahasiswanya untuk menjabarkan konsep-konsep yang terkandung di dalam berbagai karya seninbudaya nusantara yang mengantarkan bangsa ini sehingga menyandang predikat nation of high culture.

Sementara itu, Sri Rochana menyatakan, ISI Surakarta sangat serius dan berkomitmen kuat untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dengan selalu melakukan perubahan, perbaikan, dan peningkatan diri terhadap penyelenggaraan program pendidikan di tingkat program studi dan di tingkat institut.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge