0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PDIP Tak Akan Buat Calon Boneka

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — PDIP Solo menegaskan tidak akan membuat calon boneka dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember mendatang. Hal itu disampaikan PDIP menanggapi dinamika Koalisi Solo Bersama (KSB).

“Kita tidak mungkin membuat (calon) boneka. Itu biayanya tinggi. Untuk biayai sendiri saja kan besar. Dari pendaftaran sampai pencoblosan tidak sedikit. Tidak cukup Rp 2 Miliar hingga Rp 3 Miliar. Kalau dibebankan itu (calon boneka) lagi ya tambah repot,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Teguh Prakosa kepada wartawan, Selasa (14/7).

Sebagaimana diketahui, perjalanan KSB untuk mendapatkan pasangan calon walikota (Cawali) dan calon wakil walikota (Cawawali) bisa dibilang berliku. Hingga kurang 12 hari masa pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), KSB belum mempunya pasangan Cawali-Cawawali. Umar Hasyim yang sudah ditetapkan Cawawali mendampingi Cawali Anung Indro Susanto memilih mundur lantaran berat melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Solo.

Melihat dinamika KSB, Teguh enggan berkomentar jauh termasuk kemungkinan PDIP tidak memiliki lawan. PDIP memilih menunggu perkembangan di KSB.

“Saya tidak bisa mengomentari KSB. Yang penting kita sebagai calon petahana karena sudah ada calonnya ya di hari pertama langsung mendaftar,” beber dia.

Jikalau nantinya hanya pasangan PDIP yang mendaftar ke KPU, PDIP akan terlebih dulu melihat aturan di KPU. Aturan itu menyangkut penundaaan Pilkada entah berapa hari, minggu atau bulan.

“Nggak ada opsi boneka. Kalalu mereka mau maju ya biar mereka maju sendiri-sendiri,” ujar dia.

Senada, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan tidak akan membuat calon boneka.

“Saya nggak akan membuat calon boneka, demokrasinya tidak sehat. Saya maunya demokrasi sehat,” kata dia.

Ia menegaskan, ada lawan atau tidak ada lawan, dirinya bersama Calon Wakil Walikota (Cawawali) Achmad Purnomo akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 26 Juli. Adapun deklarasi Rudy-Purnomo dilakukan setelah masa jabatan walikota dan wakil walikota berakhir pada 28 Juli.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge