0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Belum Miliki RPH yang Layak

(Ilustrasi) Rumah Pemotongan Hewan (Dok.Timlo.net/ Byll)

Karanganyar —  Meski kebutuhan daging tiap tahun terus meningkat, namun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar belum memiliki rumah pemotongan hewan (RPH) yang representatif. Tiga RPH yang dimiliki dalam kondisi tidak layak.

“Kondisi RPH Jungke, Karangpandan, dan Gondangrejo tidak layak,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Feteriner Disnakkan Karanganyar, Rusjayanto, saat ditemui wartawan, Selasa (14/7).

Rusjayanto menambahkan,  RPH Karangpandan berbentuk serupa rumah. Hal yang membedakan adalah pada salah satu ruangan memiliki besi untuk menggantung daging.
RPH di Karangpandan hanya memiliki satu jagal sehingga hanya mampu melayani 3-4 kali pemotongan selama satu pekan. Kondisi RPH di Gondangrejo tidak jauh beda. Padahal Disnakkan mengklaim RPH Gondangrejo menjadi rujukan sejumlah orang dari luar Karanganyar untuk memotongkan hewan.
RPH Gondangrejo berdiri pada lahan seluas 600 meter persegi. Padahal, RPH Gondangrejo mampu melayani pemotongan 7-9 ekor sapi setiap hari. Kapasitas pemotongan di RPH Gondangrejo maksimal 12 ekor sapi per hari.

“RPH Jungke cukup layak dari segi kesehatan. Kalau Gondangrejo dan Karangpandan enggak bisa dipakai. RPH itu tanggung jawab Pemkab untuk menjamin kualitas daging,” kata Rusjayanto.

Kondisi ini sangat ironis, padahal pemerintah berkewajiban menyediakan tempat pemotongan hewan yang layak. Tujuan akhirnya, menjamin kualitas daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH)

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge