0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengamat Minta KY Jangan Minta Maaf Kepada Hakim Sarpin

dok.merdeka.com

Ray Rangkuti

Timlo.net – Pengamat mengkritik keras pernyataan Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrahman Syahuri yang meminta dimaafkan oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi. Permintaan damai tersebut memperlihatkan sikap kurang percaya diri atas konsekuensi dari tugasnya sebagai pengawas hakim.

“Pernyataan salah satu komisioner KY yang meminta agar dilakukan perdamaian dengan Hakim Sarpin merupakan sikap yang kurang elok. Setidaknya ada beberapa hal yang terabaikan dalam permintaan damai tersebut,” kata Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, Selasa (14/7).

Dengan permintaan maaf tersebut memberi angin atas tuduhan Hakim Sarpin bahwa ucapan ataupun tindakan komisioner KY dalam menyikapi putusan praperadilan Hakim Sarpin memang tidak proporsional. Padahal menurut Ray, sebelumnya tuduhan tak proporsional ini jelas-jelas sangat ditolak oleh Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurahman Syahuri.

“Dan bahkan sebagian masyarakat menilai bahwa hal itu bagian dari rangkaian kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi dan masyarakat yang kritis terhadap aparat penegak hukum,” ujar dia.

Permintaan damai itu juga lanjut Ray, dengan sendirinya menutup kemungkinan memperbaiki diri dari beberapa institusi salah satunya penegak hukum.

“Para hakim akan makin sulit diawasi, dan aparat penegak hukum seperti polisi bisa juga bertindak sewenang-wenang untuk menetapkan orang perorang sebagai tersangka padahal penetapan itu bisa jadi didasarkan pada balas dendam semata,” tukasnya.

Selanjutnya, permintaan damai juga akan menurunkan wibawa KY sebagai pengawas para hakim. Menurut Ray, jika dua komisoner KY mendamaikan kebenaran yang mereka yakini, maka akan sulit menegakkan harkat dan wibawa para komisioner KY di hadapan para hakim dan rakyat Indonesia.

“Permintaan damai itu juga memberi efek terancamnya kebebasan berpendapat dan bersuara. Jika orang-orang terhormat seperti komisioner KY dapat mendamaikan keyakinan-keyakinan mereka, apalagi masyarakat umum yang sakalipun kritis pada pemerintah, aparat penegak hukum, ketidakadilan akan potensial melakukan hal yang sama,” pungkas Ray.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge