0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Masih Ada Pungli di Terminal Tirtonadi

dok.timlo.net/daryono
Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Solo Eko Agus Susanto berbincang dengan anggota Komisi III DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Komisi III DPRD Solo menyoroti sejumlah pelayanan di Terminal Tirtonadi yang dinilai belum maksimal. Diantaranya pendingin udara yang kurang sejuk dan masih adanya pungli di peron.

“Terutama dari sisi kenyamanan masih kurang. Karena ini ruang tertutup harusnya ditunjang pendingin ruangan yang maskimal. Masyarakat yang sudah capek selama perjalanan, mau istirahat ya harapannya bisa betul-betul nyaman,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto kepada wartawan, Senin (13/7) di sela meninjau Terminal Tirtonadi.

Honda meminta pendingin ruangan lebih dimaksimalkan. Honda juga mengkritik pintu-pintu hall terminal yang dibiarkan terbuka. Kondisi itu semakin membuat AC tidak berfungsi lantaran udara langsung keluar.

Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto menyoal pengembalian uang peron yang tidak sesuai aturan. Saat Sugeng mencoba membayar peron dengan uang Rp 5.000, petugas peron hanya memberi kembalian Rp 4.000. Padahal jasa peron tertulis Rp 500.

“Saya bayar peron pakai uang Rp 5.000. Kembalinya Rp 4.000. Artinya masih ada problem Pungli. Mohon didisiplinkan. Saya juga tidak dikasih tiket peron. Berarti ada dua problem,” katanya.

Menanggapi persoalan-persoalan tersebut, Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Eko Agus Susanto mengakui pendingin ruangan belum berfungsi maksimal. Hal itu karena banyak pengunjung terminal membuka pintu hall tanpa menutup kembali.

“Jumlah petugas untuk menjaga pintu juga terbatas,” katanya.

Adapun mengenai masih adanya pungutan peron melebih ketentuan, Eko mengatakan pihaknya sudah memasang besaran tarif peron. Semestinya, jika ada pengunjung terminal diberi kembalian kurang oleh petugas, penumpang sebaiknya langsung protes.

“Kan sudah saya pasang besar tarifnya. Semestinya penumpang protes kalau kembaliannya kurang,” ujar dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge