0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dirut PD BKK Eromoko Belum Tahu kalau Jadi Tersangka

Dirut PD BKK Eromoko, Sunaryo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tersangka baru yang ditetapkan Kejari Wonogiri dalam kasus korupsi di tubuh PD BKK Eromoko Cabang Bulukerto yang merugikan negara senilai Rp 735 juta, yakni Dirut PD BKK Eromoko Sunaryo dan Direktur Pemasaran Suratno. Namun saat dihubungi wartawan, keduanya mengaku belum mengetahui jika telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya malah belum tahu sama sekali,” ujar Dirut PD.BKK Eromoko, Sunaryo,saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Senin (13/7).

Sunaryo mengatakan, belum menerima surat pemberitahuan penetapan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri. Dia juga menyebutkan belum memperoleh surat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Saya tahunya justru setelah membaca pemberitaan di media,” jelasnya.

Lantaran itu, pihaknya tidak bersedia berkomentar ketika ditanyakan mengenai langkah yang diambil selanjutnya. Yang jelas, pihaknya menegaskan, mekanisme pencairan kredit Rp 750 juta yang dipotong biaya administrasi Rp 15 juta, sudah sesuai prosedur. Tapi,jika ada kekeliruan,maka sepenuhnya adalah tanggung jawab kantor cabang. Pasalnya, kantor pusat hanya sebatas memberikan rekomendasi pencairan kredit.

Sebagaimana telah diwartakan, penasihat hukum tersangka Tri Wahono, Heru S Notonegoro, memberitahukan, istri kliennya mendapatkan surat penggilan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi tersebut. Namun, atas nama tersangka dalam surat panggilan bukan Tri Wahono, melainkan dua tersangka baru, yakni Sunaryo dan Suratno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge