0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Aman dari Daging Glonggongan dan Ayam Tiren

Razia daging di pasar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Berdasarkan beberapa kali Sidak yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar di sejumlah pasar, bisa dipastikan Bumi Intanpari bebas dari daging sapi glonggongan dan daging ayam tiren. Namun untuk daging sapi, ditemukan yang kondisinya basah, tapi kadar airnya masih dalam batas toleransi.

“Kesimpulan kami dari beberapa kali Sidak tidak ditemukan daging tidak layak konsumsi,” kata Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Rosjayanto kepada wartawan, Senin (13/7).

Yang dimaksud dengan daging sapi glonggongan, menurut Rosjayanto, adalah daging dengan kadar air tinggi, di atas 70 persen. Serat dagingnya bahkan sudah samar, karena rusak akibat tingginya kadar air.

“Dengan kadar air tinggi otomatis berat daging bertambah, jadi konsumen yang dirugikan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rosjayanto, tidak ditemukan juga daging busuk yang dijual di pasar, maupun daging sapi yang dicampur daging hewan lain.

“Artinya, daging yang beredar di pasar masuk kategori layak konsumsi,” imbuhnya.

Kepala Disnakkan Sumijarto mengatakan, intensitas sidak yang cukup sering dilakukan berefek positif. Penjual daging sapi glonggongan maupun ayam tiren jadi tidak berani menjual secara masif dagangannya, di pasar-pasar tradisional di Karanganyar.

“Sidak yang kami lakukan, bisa menekan peredaran daging glonggongan, ayam tiren, juga daging busuk. Secara umum, hasil sidak menunjukkan bahwa daging yang beredar di Karanganyar layak konsumsi,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge