0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Tak Hanya Butuh Revolusi Mental Saja

dok.merdeka.com
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan politik di Indonesia prosesnya terlalu rumit untuk membangun bangsa. Dibutuhkan revolusi tata kelola, penerapan anggaran politik, bukan hanya revolusi mental saja.

“Jangan kayak anggota DPR, kalau ditanya kapan nih selesainya? Jawabnya semua dalam proses dan proses terus,” ujar Muhaimin pada acara Pendidikan Politik Kebangsaan (Akpolbang) untuk bakal calon kepala daerah se Indonesia, di Graha Gus Dur, Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh I No 9 Jakarta Pusat, Minggu (12/7).

Menurut Cak Imin, ada tiga agenda APBN bisa dinikmati langsung, pertama dana aspirasi. PKB mendorong kemudahan akses dana aspirasi.

“Enggak penting dana aspirasi APBN seperti apa, yang penting dana itu bagaimana masyarakat bisa tahu alokasinya, karena itu sulit diakses oleh rakyat,” tuturnya.

“Contohnya, kita disuruh membina dan mengembangkan Islam yang inklusi dan moderat tapi enggak mampu bikin web, karena enggak bisa bikin web dan enggak punya dananya,” keluhnya.

Lebih lanjut, Muhaimin menuturkan, WC umum yang bau pesing di tanah air kita itu banyak sekali, di bandara juga banyak toilet yang kotor, karena memang tidak jelas mekanisme penggunaan dana yang tepat. Akibat anggaran yang sulit di akses.

“Kita ingin birokrasi menjadi sederhana. Kerumitan prosedur menjadi kendala,” terang Muhaimin.

[did]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge