0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Islah, Dua Kubu PG Boyolali Usulkan Cabup Berbeda

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) Pilkada (dok.merdeka.com)

Boyolali — Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang memenangkan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono, sejauh ini tidak menimbulkan gejolak di tubuh DPD Partai Golkar (PG) Boyolali. Kedua kubu bahkan sepakat untuk islah.

“Kedua kubu sepakat menjaga iklim tetap kondusif, tidak memberikan statement yang menimbulkan konflik,” ungkap sesepuh DPD Golkar Boyolali, Bambang Sutojo, Minggu (12/7).

Soal Pilkada, kedua kubu, baik Fuadi maupun Sutomo, telah mengusulkan nama secara bersama-sama ke DPP. Nama yang diusulkan kedua kubu dominan sama, seperti Sutomo, Bambang Sutoyo, Sunyoto, dan Fuadi. Namun ada satu perbedaan. Di kubu Fuadi ada nama Agus Purmanto, sementara di kubu Sutomo tidak ada nama Agus Purmanto, melainkan Seno Samodro.

Disisi lain, Sutomo, ketua DPD Golkar kubu Agung Laksono, soal Pilkada, mengakui ada sedikit perbedaan terkait nama calon bupati yang diusulkan ke DPP. Semuanya, atas dasar rapimdasus yang diadakan masing-masing kubu.

”Kita masih menunggu rekomendasi dari DPP,” imbuhnya.

Sambil menunggu rekomendasi dari DPP, pihaknya mulai melobi-lobi untuk koalisi. Sutomo memberikan peluang Golkar Boyolali berkoalisi dengan PDIP mengingat ada nama Seno yang diusulkan ke DPP. Dijelaskan, jika rekomendasi diberikan kepada tokoh internal Partai Golkar, diperkirakan tidak akan ada kesulitan untuk mengambil keputusan.

“Tapi kalau rekomendasi diberikan non Golkar, seperti Seno Samudro atau Agus Purmanto, akan kita komunikasikan lagi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge