0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

50 Dalang Kondang Iringi Pentas Wisanggeni Lahir

foto: Agung

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyerahkan tokoh wayang kepada dua dalang, Ki Bagong Darmono dan Ki Wartoyo, dalam pementasan wayang di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Jumat (10) malam

Sragen – Sebanyak 50 dalang kondang yang tergabung dalam Paguyuban Dalang Surakarta (Padasuka) mengiringi pentas wayang kulit semalam suntuk yang digelar di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Jumat (10/7) malam hingga Sabtu (11/7) dini hari. Sementara bertindak sebagai dalang dalam pementasan tersebut adalah Ki Bagong Darmono (Klaten) dan Ki Wartoyo (Boyolali).

“Pentas wayang ini merupakan Safari Ramadan dari Padasuka yang telah dimulai sejak 20 Juni lalu di lapangan Rumah Dinas Bupati Tegal. Semua pengiring atau yogo dalam pementasan ini adalah dalang,” kata Ketua Padasuka Ki Gusti Pangeran Haryo (GPH) Benowo.

Ki GPH Benowo menjelaskan, pentas wayang kulit dalam Safari Ramadan yang digelar di Sragen tersebut adalah yang kelima kali. Sebelumnya Padasuka telah keliling di berbagai kota di Jawa Tengah.

Seperti pentas pertama kali di Tegal (20 Juni) dengan dalang Ki Manteb Sudarsono. Pentas kedua di rumah Ki Manteb Sudarsono (Karangpandan, Karanganyar) pada 29 juni. Kemudian di Hotel Lor In Solo pada 3 Juli dengan dalang Ki Warseno Slank dan pentas kelima di Alun-alun Sasono Langen Putro.

“Untuk pentas selanjutnya nanti di Polresta Surakarta,” katanya.

Dari pantauan Timlo.net, beberapa dalang kondang yang hadir dan ikut mengiringi wayang yang mengambil lakon Wahyu Wiji Sejati atau Wisanggeni Lahir tersebut diantaranya, Ki Manteb Sudarsono (Rebab), Ki Purbo Asmoro (gender), Ki Begug Purnomosidi dan Ki Warseno Slank. Sedangkan Ki Anom Suroto dan Ki Enthus Susmono berhalangan hadir.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Sragen, Ki Putut Wijanarko saat ditemui wartawan di sela-sela pentas mengungkapkan, selain dalam rangka Safari Ramadhan Padasuka, pentas wayang kulit itu juga sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Sragen ke-269, Hari Adyaksa dan Hari Bhayangkara. Dikatakan Putut, pementasan dipilih bulan Ramadhan lantaran pada bulan tersebut para dalang tidak ada kegiatan dan punya waktu lebih longgar.

“Ini Pepadi Sragen mengundang Padasuka untuk memperingati hari jadi ketiga institusi itu. Kita ingin antara Pemkab, kepolisian dan kejaksaan di Sragen bisa kerjasama secara sinergis,” kata Ki Putut.

Selain itu, kata Putut, pentas Padasuka ini juga merupakan janji atau nadar dari Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman kepada Wong Cilik untuk mengadakan pagelaran wayang kulit.

“Ini murni pagelaran, tidak ada unsur politik,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge