0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPJS Ketenagakerjaan Terkena Imbas Gejolak Ekonomi Dunia

dok.merdeka.com

Menteri Hanif Dhakiri bertemu Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Timlo.net – Gejolak ekonomi dunia berdampak pada investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Imbal hasil investasi saham tercatat hanya Rp 2,70 Triliun atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 3,44 Triliun.

Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Jefri Haryadi mengakui turunnya imbal hasil investasi saham karena sentimen pasar saham dunia. Namun dia tetap optimis kondisi ini takkan lama mengingat secara fundamental perekonomian masih baik. Selain itu, fundamental saham yang dibeli juga tergolong baik.

“Kalau koreksi sekarang ini karena sentimen saja, bukan karena fundamental,” kata Jefri, Sabtu (11/7).

Bukan hanya itu, potensial loss investasi BPJS Ketenagakerjaan saat ini tercatat mencapai Rp 5,46 Triliun. Jefri mengakui tingginya angka ini sebagai dampak gejolak harga saham. Namun Jefri menegaskan angka ini bukanlah merupakan kerugian.

“Itu bukanlah (kerugian), rugi kalau kita jual saham saat ini. Tapi kita tetap tahan sahamnya dan dari perkiraan analisis kita masih berada di level cukup menggembirakan akhir tahun nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G. Masassya juga meyakini kondisi perekonomian global dan Indonesia akan membaik di paruh kedua tahun ini. Banyak potensi yang belum muncul sebagai pendongkrak perekonomian.

Dia juga optimis imbas hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan akan mencapai target sekitar Rp 20 Triliun hingga akhir tahun.

“Saya berpandangan perlambatan ekonomi ini sementara karena indikator potensi yang belum muncul, misalnya sekarang penyerapan anggaran pemerintah masih rendah, kemudian banyak komitmen investasi belum terealisasi. Ekonomi semester dua akan jauh lebih baik,” tutupnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge