0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salawat Mengalun dari Lorong Jeruji Besi

foto: Aditya

Para tahanan shalawatan di lorong rutan Mapolres Klaten

Klaten – Keperkasaan sang surya hampir tenggelam. Sayup-sayup Syair Tanpo Waton membahana. Alunan salawat itu bersumber dari rumah tahanan (rutan) di Mapolres Klaten.

Ya, memuliakan Sang Pencipta memang tak dibatasi ruang dan waktu. Puluhan tahanan Polres Klaten terlihat duduk lesehan berjajar rapi mengalunkan salawat berisi syair-syair berbahasa Jawa tersebut. Masing-masing lantang mendaraskan salawatan sembari memejamkan mata di lorong rutan yang terdiri dari empat sel ini.

Salah satunya, Najib Ahmad Yani (50). Terpidana kasus penggelapan ini mengatakan, sebelum azan maghrib berkumandang, para tahanan yang beragam Islam selalu salawatan. Setelah itu dilanjutkan berbuka puasa bersama. Kemudian selepas salat maghrib, para tahanan melaksanakan salat tarawih berjamaah.

Menurutnya, pengapnya jeruji besi sel rutan malah membuatnya semakin dekat dengan Tuhan. Di tempat itulah dia mendapatkan hikmah agar ke depan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.

“Saya gemetar dan merinding setiap kali salawatan dan menjalankan salat di dalam sel. Justru di dalam penjara kedekatan dengan Tuhan semakin terbangun,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo mengungkapkan, ide awal kegiatan ini untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang berguna. Salah satunya dengan kegiatan agama. Ternyata kegiatan itu disambut baik dan semakin intesif sejak memasuki bulan Ramadan.
“Pembinaan dilakukan dengan pendekatan agama. Agar 51 tahanan ini lebih tersentuh hatinya dan menyadari kesalahannya, serta selalu ingat kepada Tuhan. Harapannya, mereka merasakan pengalaman iman dan pertobatan selama di sel tahanan,” ungkap dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge