0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

MOPD Telan Biaya Ratusan Ribu, Wali Murid Mengeluh

Wonogiri — Wali murid siswa baru SMK Farmasi Bakti Mulya, Giriwono, Wonogiri keluhkan mahalnya biaya Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Biaya ratusan ribu tersebut dipergunakan untuk membeli piranti atau pernak-pernik MOPD.

“Selama tiga hari ditotal kurang lebih Rp 300 Ribu,” ujar salah seorang wali murid Kelas X SMK Farmasi Bakti Mulya yang enggan disebutkan namanya, Jumat (10/7).

Dikatakan, uang ratusan ribu itu habis untuk membeli kegiatan MOPD, diantaranya adalah membeli sayur termahal, mencari snack yang nama mereknya sama dengan salah satu pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kemudian tas karung goni, pita warna-warni hingga tali rafia.

“Barang-barang dibeli itu kebanyakan tidak ada manfaatnya. Mbok iya cari kegiatan yang lebih mendidik kan lebih bagus,” jelas warga Kecamatan Wonogiri ini.

Terpisah, Kepsek SMK Farmasi Bakti Mulya, Sutardi, saat dikonfirmasi wartawan menampik hal itu. Dia menegaskan, soal pembelian atribut MOPD yang menelan biaya ratusan ribu itu menurut dia tidak benar. Dia juga mengakui bahwa ada beberapa wali murid yang mengeluhkan soal biaya MOPD.

“Dua hari lalu ada keluhan, sebelum MOPD dilakukan. Memang ada rencana seperti itu oleh panitia. Tapi, rencana itu disampaikan panitia dihadapan wali murid dan murid. Nah, lantaran ada keluhan dari mereka, maka rencana itu saya batalkan,” kata Sutardi.

Dia menambahkan, hasil kesepakatan memberikan tugas dalam kegiatan MOPD dengan kegiatan yang mendidik. Bahkan, kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dihapus dan diganti dengan kegiatan keagamaan hingga bela negara di dalam kelas.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, Tunggal Widodo, melarang tegas perpeloncoan dalam kegiatan MOPD.

“Kami meminta kepada siswa dan wali murid untuk melaporkan ke Disdik jika ada pelanggaran dalam kegiatan MOPD,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge