0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selama Beroperasi, Pemilik Usaha Tambang Batu Tak Pernah Beri Laporan

Wonogiri – Fakta baru terungkap dari kasus penolakan warga terhadap usaha pertambangan batu andesit, PT Ratna di Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo. Ternyata, selama pertambangan berdiri tidak pernah memberikan laporan keuangannya kepada Pemkab Wonogiri.

“Tahun 2014, paska perusahaan menyesuaikan perijinan sesuai regulasi baru (Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batu Bara), belum pernah memberikan laporan keuangannya,” ungkap Kepala Dinas pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Wonogiri, Arso Utoro, Jumat (10/7).

Menurutnya, laporan keuangan sangat diperlukan Pemkab. Sebab bisa digunakan sebagai bahan pengawasan dan pemantauan terhadap segala aktifitas perusahaan. Namun demikian, pihaknya dalam hal ini tak mampu berkutik.

“Ini sudah bukan kewenangan kami, karena berkas perijinan kami limpahkan ke DPESDM propinsi. Kemudian menyangkut pengangkutan dan penyimpanan bahan peledak, perijinannya melalui Mabes Polri, ” jelasnya.

Ditambahkan, penambangan batu andesit, PT Ratna milik Sumargono itu telah memiliki ijin sejak tahun 2009 silam. Perijinan tersebut termasuk ijin perseorangan, dimana didalam perijinan tersebut disebutkan area penambangan hanya sekitar 0, 8 hektar. Namun seiring waktu berjalan, perijinan mengalami perubahan menjadi IUP lantaran masuk taraf penambangan profesional.

Selain itu, pengusaha juga mengajukan penambahan area lokasi penambangan menjadi 10 hektar. Sedang, penambangan batu andesit ini masih diarea lama, sehingga menurutnya, perijinan lama masih berlaku.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge