0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Tokoh Perguruan Tinggi Bahas Pengelolaan SDA

dok.timlo.net/tyo eka
Sejumlah tokoh perguruan tinggi bahas pengelolaan sumberdaya alam di UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Sejumlah tokoh perguruan tinggi selama sehari membahas peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumberdaya manusia cerdas dalam pengelolaan sumberdaya alam (SDA), di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jumat (10/7).

Tokoh tersebut di antaranya, peneliti terkenal Prof Dawam Rahardjo, mantan Rektor ITB Prof Lilik Hendrajaya, Guru Besar IPB Prof Dr Didin S Damanhuri, Guru Besar UGM Prof Dr Wega Tri Sunaryati dan sebagainya.

“Gagasan itu sebagai respon analitis terhadap persoalan kemakmuran rakyat yang dewasa ini masih tergolong miskin, padahal Indonesia adalah negara yang kaya sumberdaya alamnya,” jelas Kepala LPPM UNS Prof Dr Sulistyo Saputro, di sela-sela acara.

Ironisnya, kata Sulistyo, bangsa lain yang miskin justru berhasil mencapai kemakmuran dengan memanfaatkan kekayaan alam bangsa Indonesia. Ironi itu adalah karena manusia Indonesia tidak memiliki keahlian, ketrampilan yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta etos kerja yang bersumber dari pandangan hidup masyarakatnya.

Sejumlah tokoh yang juga pakar itu, menurut Sulistyo, membahas konsep perguruan tinggi agar bisa memberikan solusi terhadap ironi dalam hubungan manusia Indonesia dan sumberdaya alamnya. “Barangkali berbagai kemajuan telah dicapai, tetapi mengapa kemakmuran belum kunjung tercapai?” ujarnya.

Adapun topik-topik yang dibahas, kata Sulistyo, antara lain, pendekatan transdisiplin dalam memahami kondisi dan persoalan dunia modern yang semakin kompleks, intergrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga tidak hanya menghasilkan berkembangnya budaya akademis tetapi mampu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan bangsa dalam pengelolaan sumberdaya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Juga mengembangan pendekatan kaji tindak partisipatif untuk menghasilkan inovasi-inovasi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge