0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Istana Salah Tulis Kepanjangan BIN

dok.merdeka.com

Undangan pelantikan Kepala BIN

Timlo.net – Istana kepresidenan salah menulis undangan pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI. Dalam undangan, kepanjangan BIN ditulis Badan Intelijen Nasional.

Kesalahan penyebutan kepanjangan BIN itu ramai menjadi perbincangan publik di media sosial.

Menanggapi hal ini, pihak istana langsung minta maaf. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo, menyebut, Kementerian Sekretariat Negara mengakui telah berbuat kekeliruan menulis kepanjangan BIN di surat undangan.

“Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI, secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar,” katanya, Rabu (8/7).

Setelah menarik undangan tersebut, pihak Kementerian Sekretariat Negara lantas mengirimkan undangan dengan kepanjangan BIN yang sebenarnya.

“Penulisan yang benar adalah Kepala Badan intelijen Negara, sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan kembali pada tamu/pejabat yang diundang,” katanya.

Atas kesalahan tersebut, Kementerian Sekretariat Negara memohon maaf kepada publik.

“Kementerian Sekretariat Negara memohon maaf atas hal tersebut. Kementerian Sekretariat Negara akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan administrasi di lingkungan lembaga kepresidenan,” katanya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge