0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pos Mudik Tawangmangu Disiapkan Pijat Tradisional

dok.timlo.net/nanang rahadian
Posko mudik di wilayah Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyiapkan empat pos pelayanan mudik sejak Minggu (12/7) hingga-Rabu (22/7). Empat pos tersebut tersebar di wilayah yang diperkirakan menjadi pusat kerawanan seperti kemacetan dan kriminalitas.

“Empat pos mudik itu akan kita letakkan di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Sragen tepatnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Waru, di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karanganyar, Terminal Ngargoyoso, dan kompleks Cemoro Kandang Tawangmangu,” kata  Kepala Harian BPBD Karanganyar, Nugroho, kepada wartawan, Selasa (7/7).

Dikatakan, pemilihan lokasi pos mudik didasarkan pada ketersediaan sejumlah fasilitas, seperti rest area, parkir, tempat makan, dan lain-lain. Setiap pos mudik, lanjut Nugroho, akan ditunggui sejumlah personel gabungan dari satuan petugas dan relawan dari wilayah setempat.

“Pos di kompleks Cemoro Kandang akan ditunggui personel gabungan relawan Tawangmangu, sedangkan gabungan relawan Ngargoyoso berada di Terminal Ngargoyoso,” jelasnya.

Sementara itu Satgas BPBD dengan teman-teman relawan lainnya di pos depan DPRD Karanganyar. Untuk relawan Kebakkramat berada di pos SPBU Waru. Bahkan, Karanganyar Emergency akan membuka pos di ringroad sedangkan SAR Human Nature Care (HNC) minta dilibatkan pada pos mudik.

“Kita arahkan ke pos yang benar-benar membutuhkan dan jumlah personel sedikit,” kata Nugroho.

Namun Nugroho enggan memastikan jumlah personel yang terlibat. Dia hanya mengatakan lebih dari 100 personel. Setiap posko akan menggunakan tiga shift. Lalu, saat ditanya fasilitas apa yang akan diberikan kepada pemudik yang mampir? Nugroho menuturkan sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar.

“Saya meminta pos ada petugas pelayanan kesehatan. Bahkan di pos Tawangmangu akan disiapkan pijat tradisional,” jelasnya.

Lebih lanjut Nugroho mengatakan, pihaknya kini sedang mendata sukarelawan yang mempunyai kemampuan bengkel, seperti tambal ban dan mesin. Pihaknya juga mendata bengkel setempat yang dapat dihubungi 24 jam.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge