0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Parpol Out, KBB Jaring Dua Nama Cabup

timlo.net/nanin

Deklarasi KBB beberapa waktu lalu

Boyolali – Sejumlah partai politik (parpol) di Boyolali menyatakan diri keluar dari Koalisi Boyolali Bangkit (KBB). Parpol menyatakan mundur dari KBB adalah Partai Demokrat, PKB dan PAN. Meski demikian, KBB sendiri sudah menjaring dua nama calon bupati (cabup) dan tiga nama calon wakil bupati (cawabup).

“Kita tetap solid, sampai saat ini koalisi masih berjalan,” ungkap Ketua Presidium KBB, Fuadi, Selasa (7/7).

Menurut dia, hal ini ditunjukkan dengan hasil penjaringan yakni dua nama cabup, yaitu Agus Purmanto dan Sunyoto. Sedangkan tiga nama cawabup, yaitu dirinya sendiri (Fuadi – Red), Sugiyarto, dan Muhajirin. Hanya saja Muhajirin menyatakan mundur dari pencalonan,  sehingga hanya ada dua nama Cawabup.

“Saat ini, pasangan calon masih menunggu proses di masing-masing parpol pengusung,” tambahnya.

Terkait Muhajirin, dijelaskan, yang bersangkutan mundur sebagai calon bukan sebagai anggota koalisi. Karena kalau mundur dari koalisi, harus ada tanda tangan teken ketua, sekretaris, dan bendahara sesuai MoU koalisi dahulu.

“Tadi kita rapat masih ada Demokrat dan PAN,” imbuhnya.

Sementara khusus untuk Golkar, pihaknya sudah menggelar rapat pimpinan daerah khusus (Rapimdasus) dan sudah mengajukan ke DPP. Dirinya optimis rekomendasi segera turun, mengingat saat ini sudah ada islah atau penyatuan di dua kubu internal Golkar.

“Saya dan Pak Tomo sudah ketemu dan sudah ada penyatuan sesuai dengan surat dari DPP. Jadi untuk Golkar sudah tidak lagi masalah,” tegas dia.

Terpisah, Sekretaris DPC Demokrat Boyolali, Dwi Purwanto, menegaskan partainya keluar dari KBB. Bahkan sesuai dengan rapat harian pengurus DPC, sudah menegaskan Demokrat tidak lagi terikat dengan KBB. Salah satu alasan Demokrat keluar dari koalisi, adalah mempertimbangkan sejumlah partai lain yang sudah keluar.

Selain itu pihaknya juga merasa ada koalisi di dalam koalisi, serta adanya intervensi dari calon. Sehingga seringkali merasa kurang dilibatkan dalam pembahasan

“Keputusan partai kami adalah keluar dari KBB. Kalau ada yang masih hadir, itu atas nama pribadi dan tidak mewakili partai,” ujar dia.

Dia menandaskan, keluar KBB dinilai akan lebih bebas mendekat secara personal ke pasangan calon (paslon) yang muncul. Diakui, kemungkinan akan merapat ke paslon yang diusung PDIP.

“Kalau partai menentukan dukung paslon lain, akan menjadi kendala bila tetap di KBB,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge