0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, Warga Manfaatkan Air Sungai

dok.merdeka.com

kekeringan

Timlo.net – Sejumlah daerah di Kabupaten Bogor dilanda kekeringan. Seperti yang terjadi di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Setiap sore, warga beramai-ramai memanfaatkan air Kali Ciderum yang kondisinya sudah tercemar limbah rumah tangga, untuk mencuci pakaian, mandi, cuci dan kakus (MCK).

Iwan (29) warga Desa Ciderum mengatakan, sudah dua pekan ini kondisi sumur di rumahnya kering. Untuk kebutuhan MCK, dia beserta keluarganya terpaksa berjalan kaki ke aliran sungai Ciderum sejauh 500 meter.

“Sudah satu bulan lebih tidak ada hujan, jadi hampir semua sumur warga di wilayah kita kering. Makanya sengaja mengunakan air kali Ciderum ini untuk mandi dan mencuci, sedangkan untuk minum kita membeli air galon,” ungkap Iwan, Selasa (7/7).

Untuk minum, warga memilih air minum dalam kemasan, karena air kali Ciderum saat ini sudah tidak jernih dan tak layak konsumsi.

“Dulu juga pernah kekeringan, untuk minum maupun mandi kita bisa gunakan air kali. Tapi sekarang hanya dapat dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi saja, karena kondisi air sudah tercemar limbah rumah tangga,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Dede Suhendar (35) warga Ciderum. Menurutnya, dampak kekeringan tahun ini cukup terasa, banyak warga yang rela mengantre untuk memperoleh air minum ke sumber mata air di wilayahnya.

“Dulu mata air banyak, sekarang sudah sulit karena banyak perusahaan yang memanfaatkan mata air untuk kepentingan komersial,” ujarnya.

Pihaknya, meminta pemerintah terkait untuk melakukan normalisasi Kali Ciderum. Sebab air Ciderum sangat dibutuhkan di saat musim kemarau seperti ini.

“Dulu Kali Ciderum sangat luas dan bersih, warga pun mengunakannya untuk minum atau masak, tapi sekarang sudah berubah dan tidak layak lagi dikonsumsi warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Aksomo mengatakan, keluhan kekurangan air bersih akibat kekeringan terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk melakukan siaga bencana kekeringan, dengan memasok air bersih ke sejumlah wilayah yang memang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Sudah lebih dari dua tangki air bersih kita pasok ke setiap kecamatan yang kekurangan air bersih. Seperti di Ciampea dan Leuwiliang,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan data secara pasti jumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Bogor.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge