0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Tanggapan Walikota Solo Soal Larangan Buka Bersama

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (timlo.net/heru)

Solo — Dalam acara buka bersama, Departemen, Satgas dan Divikom, di gedung PMS, Minggu (5/7), Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menanggapi larangan buka bersama.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto membuat kebijakan yang melarang SKPD menggelar buka puasa dan halal bi halal mendapat sorotan dari anggota DPR RI.

“Tidak benar rumor bahwa saya melarang jajaran SKPD buka bersama dan halal bihalal. Itu tidak benar,” kata Rudy dilansir dari PilkadaSolo.com.

Rudy sendiri sering menyelenggarakan buka bersama dan halal bihalal dengan keluarga besar PDI Perjuangan dan tokoh-tokoh masyarakat.

“Berdasar dari gagasan Bung Karno tersebut, maka bagi PDI Perjuangan urusan perbedaan agama sudah selesai dengan sikap dan perilaku saling menghormati,” terang Rudy.

Larangan kalangan SKPD untuk menyelenggarakan kegiatan di luar alokasi anggaran itu datang dari pusat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan anggaran yang bisa menjadi pelanggaran hukum.

Larangan ini sendiri sempat mendapat kritikan dari seorang anggota DPR RI. Kebijakan itu dinilai mengada-ada.

“Ini (larangan buka puasa) kebijakan nganeh-anehi. Di satu sisi, Solo Batik Carnival (SBC), Solo Menari yang budaya baru (didukung), ada budaya lama mau dilarang,” kata anggota DPR RI asal PKS, Abdul Kharis Almasyhari, di sela buka puasa PKS Solo, Jumat (3/7).

Menurut Kharis, buka puasa dan halal bi halal merupakan budaya dan kultur masyarakat Indonesia yang sejak lama tumbuh dan berkembang. Baru-baru ini, Kharis juga mengaku baru saja buka bersam dengan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kharis mencurigai pelarangan buka bersama dan halal bi halal SKPD bagian memisahkan masyarakat dengan budaya lama.

“Kami prihatin dan keberatan. Biarkan saja secara alami,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah elemen umat Islam juga memprotes kebijakan larangan buka bersama dan halal bi halal itu. Mereka menuntut surat edaran (SE) tentang larangan buka bersama dan halal bi halal dicabut.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge