0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Guru Honorer Cabuli 6 Siswanya, Masuk Bui

merdeka.com

Siswi korban pencabulan guru musik di Surabaya

Timlo.net — Fransiscus Asisi Stiawan Joko Martono (43), guru honorer di salah satu SMP negeri di Surabaya, Jawa Timur, terpaksa harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Warga Siwalankerto ini dilaporkan telah mencabuli enam muridnya, terhitung sejak Desember 2014 lalu.

Kasus ini bermula ketika enam korbannya, yaitu Al, Js, Vc, Mr, Au dan Ap, pelajar kelas IX, mengikuti ekstrakulikuler (ekskul) musik di sekolahnya.

Tiap hari Sabtu, keenam bocah perempuan berusia 14 tahun ini menerima pelajaran musik, mulai belajar vokal, gitar, piano dan beberapa alat musik lainnya dari tersangka.

Keenam siswi ini juga menjadi murid favorit tersangka di bidang musik. Hingga akhirnya keenamnya membuat sebuah band musik sekolah.

“Kemudian tersangka, meminta ijin kepada kepala sekolahnya agar bisa mengasah skill keenam muridnya di luar sekolah,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete saat menggelar pra rekonstruksi di lokasi kejadian, Minggu (5/7).

Setelah mendapat ijin dari kepala sekolah, tersangka pun mengajak keenam murid ekskul musiknya belajar di tempat sekolah KB dan TK Kasih Ibu Surabaya, milik tersangka di Jalan Siwalankerto II.

Awal petaka, bulan Desember 2014 lalu, keenam korban yang salah satunya yatim piatu diminta datang ke sekolah milik tersangka itu.

“Mereka (korban) belajar musik di sekolah milik tersangka, mulai sore hingga malam. Modusnya, korban dipanggil satu persatu ke dalam ruangan,” ungkap Takdir.

Di ruangan tempat belajar musik itulah, lanjut Takdir, tersangka memaksa korban melepas baju dan menyabulinya.

“Korban diancam jika tidak mau menuruti kemauan tersangka, bahkan juga mengancam akan menyemarkan harga diri korban jika melapor ke orang tuanya,” ujarnya.

Kejadian ini terus berulang-ulang. Di bawah ancaman, korban terpaksa menuruti nafsu syahwat tersangka, yang juga pelatih Karateka Shoto-Kai tersebut.

“Hingga akhirnya, para korban ini menceritakan kejadian yang dialami ke sesama temannya yang juga diperlakukan sama oleh tersangka. Tanpa sengaja orang tua mereka mendengar dan melaporkannya ke polisi. Kita masih dalami, sudah berapa kali tersangka menyabuli para korbannya,” papar Takdir.

Tersangka akan dijerat Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, berdasarkan perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 5 Miliar.

[ren]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge