0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Larangan Bukber Dianggap Nganeh-anehi

Solo – Kebijakan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto yang melarang SKPD menggelar buka puasa dan halal bi halal mendapat sorotan dari anggota DPR RI. Kebijakan itu dinilai mengada-ada.

“Ini (larangan buka puasa) kebijakan nganeh-anehi. Di satu sisi, Solo Batik Carnival (SBC), Solo Menari yang budaya baru (didukung), ada budaya lama mau dilarang,” kata anggota DPR RI asal PKS, Abdul Kharis Almasyhari, di sela buka puasa PKS Solo, Jumat (3/7).

Menurut Kharis, buka puasa dan halal bi halal merupakan budaya dan kultur masyarakat Indonesia yang sejak lama tumbuh dan berkembang. Baru-baru ini, Kharis juga mengaku baru saja buka bersam dengan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kharis mencurigai pelarangan buka bersama dan halal bi halal SKPD bagian memisahkan masyarakat dengan budaya lama.

“Kami prihatin dan keberatan. Biarkan saja secara alami,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah elemen umat Islam juga memprotes kebijakan larangan buka bersama dan halal bi halal itu. Mereka menuntut surat edaran (SE) tentang larangan buka bersama dan halal bi halal dicabut.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge