0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngabuburit Main Bazooka Spiritus Ala Bocah Ngawen

foto: Aditya

Bazooka Spiritus

Klaten – Bentuknya panjang. Bila dinyalakan suaranya menggelegar membuat jantung deg-degan. Bahan bakar dari spiritus, bukan mesiu seperti kebanyakan petasan yang dijual di jalanan.

Itulah bazooka spiritus. Sebuah petasan rakitan yang digunakan bocah-bocah asal Dukuh Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Klaten untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Berpayungkan rindangnya pohon Talok, sekitar pukul 15.00 WIB mereka biasa memainkan bazooka itu di areal persawahan depan Balai Desa Duwet.

“Pertama kali tahu bazooka ini dari seorang anak SMA warga sini. Karena penasaran, kami minta tolong diajari cara membuatnya. Setelah tahu, setiap sore sebelum ngaji dan buka, kita biasa kumpul disini,” kata salah satu bocah, Nasir (14).

Dijelaskannya, cara merakit bazooka spiritus cukup mudah dan berbiaya murah. Dengan memanfaatkan kaleng-kaleng susu bekas yang disambung dengan lakban, mereka menyusunnya hingga memanjang. Sedangkan bunyi ledakannya bersumber dari spiritus.

“Di tengah sambungan kaleng susu ada yang dibiarkan utuh agar bisa dibolongi mirip saringan. Sebagai sumbunya, kita menggunakan magnet pemantik dari korek api gas. Sedangkan lubang satunya dibiarkan menganga. Tapi sebelumnya, kita sudah beli satu liter spiritus seharga Rp 15 ribu,” jelasnya.

Untuk membunyikan bazookanya, dikatakan siswa SMPN 1 Klaten ini, tinggal menyemprotkan tiga sampai lima cairan spiritus ke dalam lubang kaleng yang menganga. Kemudian ditutup rapat, dikocok-kocok supaya spiritus cepat memuai. Setelah itu dibuka kembali tutupnya dan siap ditembakkan.

“Untuk menembakkannya, baru kita tekan knop magnet pemantik korek apinya dan Dooor,” katanya.

Kendati menghasilkan suara cukup keras hingga memekakkan telinga, ditambahkannya, orang tua maupun warga setempat tidak ada yang melarang memainkan bazooka itu.

“Kalau pesan orangtua disuruh hati-hati. Jangan untuk main perang-perangan, ditembakkan ke orang lain,” tambahnya.

Dari informasi dihimpun Timlo.net, petasan rakitan itu sudah tak asing di Klaten, khusunya masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi. Pasalnya, bazoka spiritus biasa digunakan untuk mengusir kawanan kera liar yang turun gunung dan menjarah makanan warga setempat.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge