0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Renyahnya Kangkung Dibuat Kerupuk

foto: Nanin

kerupuk kangkung

Boyolali – Kangkung air atau Ipomoea aquatic, sayuran yang biasa tumbuh di rawa, parit atau aliran air, biasanya digunakan untuk masakan tumis. Namun, sayuran yang memiliki daun berwarna hijau gelap ini ternyata juga bisa diolah menjadi kerupuk.

Di tangan ibu-ibu anggota Desa Wisata Dewa Emas, Kemasan, Sawit, tanaman kangkung air yang banyak tumbuh di desa tersebut diolah menjadi krupuk. Rasanya selain gurih, aroma kangkung juga terasa. Pembuatan kangkung menjadi krupuk ini ternyata mampu menaikan harga jual kangkung.

“Kalau dijual sayuran segar, per ikat hanya laku Rp 500 hingga Rp 1.000, tapi kalau sudah jadi kerupuk satu kilogramnya kita jual Rp 30 ribu,” ungkap Marsih Handayani, Sabtu (4/7).

Cara pembuatan krupuk kangkung ini sendiri tidaklah sulit. Daun kangkung yang telah dibersihkan, diblender hingga halus. Setelah itu, dicampur dengan bumbu seperti bawang putih dan terasi.

Setelah halus, adonan kangkung tersebut direbus hingga mendidih. Setelah itu diangkat dan diberi tepung terigu.

“Saat dicampur tepung, adonan harus masih panas, biar nanti bisa menyatu dengan tepungnya,” imbuhnya.

Setelah adonan tercampur, baru kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dikukus hingga matang. Setelah matang, kukusan tadi didinginkan dan siap dipotong kecil-kecil. Setelah itu dijemur hingga kering betul.

“Cara buatnya mudah, sekarang ibu-ibu disini banyak yang produksi kerupuk kangkung, menambah penghasilan,” ujarnya bangga.

Kerupuk kangkung asal Kemasan ini, mulai dipesan masyarakat tidak hanya dari wilayah Boyolali, namun hingga luar kota seperti Bandung, Jakarta dan Semarang. Apalagi menjelang lebaran, pesanan meningkat tajam.

“Kita tidak khawatir kesulitan bahan baku, disini banyak tanaman kangkung,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge