0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tadah Hujan Mulai Nyedot Air

Foto: Nanin Tri

Petani

Boyolali – Petani tadah hujan di wilayah kecamatan Nogosari mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah. Mereka terpaksa menyedot air menggunakan mesin diesel.

“Sudah tidak mungkin mengandalkan hujan, bisanya ya mengandalkan air patek,” ujar Iksan Suharto (60) petani asal Rembun, Nogosari, Sabtu (4/7).

Untuk lahan seluas 2.500 m2 yang ditanami kacang tanah, membutuhkan suplai bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin 10 liter untuk satu hari. Sedangkan hingga musim panen, penyedotan air dilakukan 12 hingga 13 kali. Meski biaya bertambah, namun Iksan mengaku tidak ada jalan lain untuk mendapatkan air.

“Satu minggu sekali biasanya kita lakukan penyedotan,” tambahnya.

Hal yang sama juga dialami petani di Desa Pentur, Simo. pengairan di areal sawah sudah mulai digilir menyusul berkurangnya pasokan air selama musim kemarau ini.

Saluran irigasi di Pentur, mendapat pasokan air dari bendungan yang ada di desa tersebut. Meski air di bendungan cukup, namun saat musim kemarau harus bergilir.

“Ya harus digilir, biar semuanya dapat,kalau tidak digilir nanti malah tidak merata,” ungkap Ketua Kelompok Tani Rejosari, Desa Pentur, Simo, Sapto Priyono.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge