0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Nilai Dolar Tinggi Bisa Jadi Ancaman

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Nilai tukar rupiah terhadap US Dolar saat ini masih bertengger di atas angka Rp 13.000 per USD. Jika terus dibiarkan, kondisi ini mengancam perekonomian secara keseluruhan.

Ekonom dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Edy Suandi Hamid meminta pemerintah untuk tidak hanya diam melihat pelemahan nilai tukar Rupiah.

“Pencermatan atas keberlanjutan kemerosotan itu harus dilakukan secara serius,” katanya, Sabtu (4/7).

Menurut dia, pencermatan itu bukan hanya oleh Bank Indonesia (BI), tetapi juga pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan para pelaku ekonomi. L

angkah-langkahnya bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah. Edy menyebut, pelemahan Rupiah saat ini mirip dengan krisis moneter (krismon) 1998 yang melanda Indonesia.

“Pengalaman kemerosotan ekonomi yang parah terjadi pada 1998 juga diawali oleh kemerosotan nilai tukar Rupiah, yang menjelang pertengahan 1998 sempat menyentuh Rp 17.000 per USD,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomi UII itu.

Dia mengatakan nilai tukar rupiah sejak dua bulan terakhir jauh di atas asumsi dasar Rp 12.500. Bahkan sudah terdepresiasi di atas Rp 13.300 per USD.

Hal itu menggambarkan adanya instabilitas makro ekonomi Indonesia. Selain itu, menurut dia, harga minyak mentah Indonesia ternyata juga di bawah asumsi dasar. Harga minyak mentah Indonesia rata-rata hanya 53 dolar AS per barel dari asumsi dasar sebesar 60 USD per barel.

“Melemahnya nilai tukar Rupiah dan melesetnya harga dan produksi minyak akan banyak pengaruhnya pada makro ekonomi secara keseluruhan. Hal ini bisa berpengaruh pada target atau sasaran kesempatan kerja, pengangguran, kemiskinan, distribusi pendapatan, dan variabel makro ekonomi lain,” katanya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge