0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

1.352 Hektar Hutan Terbakar, Operasi Hujan Buatan Dilakukan

Kebakaran hutan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera akan makin meningkat. Sebab, musim kemarau diperkirakan akan berakhir Oktober hingga November 2015 mendatang menjadi pemicunya.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada merdeka.com. Menurutnya, kondisi ini membuat bencana asap dampak dari Karhutla akan meningkat pula jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Pantauan satelit Modis di Sumatera pada Jumat (3/7) terdapat 203 hotspot (titik panas) yaitu di Sumatera Selatan 71 titik, Jambi 37 titik, Sumatera Barat 24 titik, Riau 23 titik, Sumatera Utara 23 titik, Sumatera Selatan 9 titik, Lampung 14 titik, Bangka Belitung 4 titik, Aceh 3 titik, Bengkulu 3 titik, dan Kepulaun Riau 1 titik. Dampak karhutla sudah dirasakan masyarakat,” kata Sutopo, Sabtu (4/7).

Sedangkan hari ini, kata dia, di Kotamadya Dumai tertutup asap dengan jarak pandang 1 kilometer. Kualitas udara yang terpantau dari indeks standard pencemaran udara (ISPU) juga menurun. Di Pekanbaru, Rumbai, Minas, Duri, Dumai, dan Petapahan ISPUnya tergolong sedang.

“Upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan. Gubernur dan Bupati sebagai penanggung jawab penanganan karhutla di daerahnya dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Pemerintah pusat sifatnya mendukung Pemerintah Daerah,” jelas Sutopo.

Dikatakan Sutopo, di Riau, BPPT, BNPB dan TNI AU terus melakukan operasi hujan buatan sejak 22 Juni 2015 hingga sekarang. Dengan total sudah 9 kali penerbangan dengan pesawat CN 295 TNI dilakukan menaburkan 18,8 ton garam bahan semai ke dalam awan.

“Satgas di darat dari TNI, Manggala Agni, BPBD, SKPD, relawan, dunia usaha dan masyarakat juga memadamkan api, baik di lahan maupun di kawasan kawasan hutan,” terangnya.

Sutopo merincikan, ada 1.352 hektar lahan yang terbakar yaitu 326 hektar di lahan non hutan dan 1.026 hektar lahan di kawasan hutan yang terbakar. Seluas 819 hektar berhasil dipadamkan sedangkan 533 hektar belum dapat dipadamkan.

Dari 1.026 hektar kawasan hutan yang terbakar terdapat di Area Penggunaan Lain (APL) 826 hektar, hutan produksi 181 hektar, Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil 11 hektar, dan area lainnya.

“Manggala Agni sebagian berhasil memadamkan api. Satgas penegakan hukum berhasil menangkap pembakar dimana 23 orang ditetapkan tersangka,” pungkas Sutopo. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge