0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PPP Minta DPR Evaluasi Menyeluruh Dana Aspirasi

Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kontroversi usulan dana aspirasi sebesar Rp 20 miliar untuk satu anggota DPR atau Rp 11 triliun untuk keseluruhan anggota DPR selama setahun, menyebabkan berbagai reaksi dari masyarakat. Di tengah reaksi tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berniat untuk meminta DPR mengevaluasi usulan dana aspirasi ini dievaluasi.

Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy mengatakan, perlu adanya pengkajian secara menyeluruh sebelum program dana aspirasi yang berasal dari kalangan anggota DPR tersebut diluncurkan. Dia menjelaskan sikap PPP yang meminta kepada DPR untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dana aspirasi ini, karena telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

“Jangan sampai program yang diniatkan baik menimbulkan kontroversi yang tidak perlu, sehingga justru negatif yang tersisa dan esensi program itu tidak sampai di masyarakat,” katanya saat kunjungan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Lebih jauh, dia mengemukakan jika hasil kajian yang dilakukan menyimpulkan lebih banyak mudharatnya, karena kegaduhan yang ditimbulkan lebih baik dibatalkan.

“Tetapi, kalau kemudian hasil pengkajian itu butuh perbaikan ya diperbaiki dulu. Karena ini kan bukan suatu yang terburu-buru, daripada menimbulkan persoalan di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan persepsi masyarakat yang tidak pas tentang DPR,” ujarnya.

Dia menegaskan usulan kebijakan dana aspirasi tersebut bukan merupakan hasil bargaining politik antara kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR. Meskipun, tambahnya, jika dilihat dari peta partai-partai yang menginginkan untuk mengusung usulan dana aspirasi ini, utamanya dari partai-partai di KMP.

“Tetapi ada dasarnya, kita tidak bicara KMP dan KIH, hanya sedang mencoba untuk mendudukkan fungsi DPR yang sebenarnya dan bagaimana program itu bisa dicerna masyarakat,” tuturnya. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge