0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Reshuffle Kabinet, Siapa Kader PAN yang Diangkat Menteri?

dok.merdeka.com
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal melakukan reshuffle usai Lebaran nanti. Sejumlah nama-nama menteri yang akan terkena reshuffle pun beredar luas.

Bahkan bukan cuma parpol dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang akan terkena imbas dari reshuffle ini. Parpol Koalisi Merah Putih (KMP) juga santer terdengar bakal kebagian jatah menteri di kabinet kerja ala Jokowi-JK ini.

Partai Amanat Nasional (PAN) adalah yang paling disebut-sebut akan masuk kabinet. Meskipun masih sumir, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengisyaratkan jika partainya akan gabung dalam pemerintahan nanti.

Saat datang ke Istana kemarin, Zulkifli akui salah satu yang dibahas berkaitan dengan reshuffle. Menurut dia, Jokowi sepakat minggu-minggu ini pemerintah hanya fokus hadapi Idul Fitri. Usai Lebaran, baru akan membahas reshuffle kabinet.

Zulkifli juga mengisyaratkan jika PAN bisa saja masuk ke dalam pemerintahan nanti. Dia menekankan, bahwa sampai saat ini PAN masih di luar pemerintahan, tapi belum tentu nanti.

“Jangan kalau-kalau. Sekarang siap di luar pemerintah, sekarang. (Kalau ke depan) boleh diterjemahin masing-masing,” kata Zulkifli dengan senyum-senyum di Kompleks Istana Kepresidenan.

PDIP setuju PAN masuk kabinet?

Kabar PAN bakal masuk kabinet ini juga dikuatkan oleh PDIP yang sudah menyetor menyerahkan pertimbangan terkait kabinet kepada Jokowi. Meskipun belum diungkap, apakah dalam rekomendasi itu juga muncul nama-nama menteri yang diusulkan oleh PDIP untuk masuk kabinet.

“Ya itu pokoknya masukan sudah kita serahkan kepada presiden, menu sudah kita sajikan selanjutnya kita serahkan kepada presiden untuk memutuskan,” ujar Wasekjen PDIP Ahmad Basarah kepada wartawan di Istana, Jakarta, Jumat (3/7) kemarin.

Tidak hanya itu saja. PDIP juga mengaku sangat setuju jika KMP diakomodir dalam kabinet nantinya oleh Presiden Jokowi. Hal ini dilakukan agar pemerintahan dan parlemen bisa berjalan efektif jika ada penambahan dukungan dari partai non pemerintahan.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tidak mempermasalahkan jika Presiden Jokowi menawarkan sejumlah kursi menteri pada kubu Koalisi Merah Putih (KMP). Hasto tak peduli dari koalisi mana, bagi PDIP yang penting negara butuh semangat gotong-royong.

“Jadi apakah itu berasal dari KMP-KIH, kami berpendapat koalisi-koalisi telah selesai. Koalisi hanya diperlukan saat mengusung calon. Tibalah saatnya kita bergotong-royong membangun bangsa dan negara. Tidak lagi diperlukan koalisi tersebut,” kata kata Hasto di Kinasih Resort, Cimanggis, Depok, Jumat (3/7).

Menurut Hasto, selama ini ada yang berperan di luar pemerintahan, ada yang berperan di dalam pemerintahan. Keduanya saling melengkapi untuk penguatan bangsa dan negara. Jika dukungan mengalir dari kubu oposisi di parlemen, pemerintahan Jokowi akan menguat.

“Sehingga dukungan parlemen memang sangat penting. Kalau parlemen dan pemerintah satu napas dalam kebijakan-kebijakannya, tentu akan memperbaiki kinerja dari pemerintahan tersebut,” tuturnya. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge