0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Binaan Rutan Solo Ikuti Pesantren Kilat Ramadan

dok.timlo.net/achmad khalik
Suasana Pesantren Kilat Ramadan di Lapas Kelas 1 Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Lantunan ayat suci Alquran mengalun merdu di tiap sisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo. Nuansa agamis nampak kental terasa ditampakkan para warga binaan. Mulai dari busana, ucapan hingga pada kegiatan keseharian. Ya, inilah suasana Pesantren Kilat Ramadan yang digagas pihak Rutan Solo.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberi pembekalan tentang ilmu agama. Mulai dari mengaji, hafalan Alquran surat  pendek, hingga ceramah agama. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid An Nur Rutan Solo itu, banyak menyedot antusiasme para warga binaan.

“Kami  punya banyak kegiatan positif selama Ramadan, mulai buka puasa bersama, Salat Taraweh berjamaah  hingga tadarus Alquran kita laksanakan,” terang Karutan Solo, R Andika, saat ditemui wartawan, baru-baru ini.

Dijelaskan, program pesantren kilat yang dilaksanakan di bulan Ramadan ini dimulai sejak awal puasa tanggal (18/6) lalu hingga berakhirnya bulan suci. Pesantren kilat diikuti 375 warga binaan lapas yang beragama Islam.

“Acara ini terselenggara setiap tahun, tujuannya mengajarkan warga binaan yang belum bisa salat dan baca Iqro’ bagi mereka yang belum bisa membaca Alquran. Bagi yang sudah fasih, dilanjutkan dengan tadarus dan kegiatan
keagamaan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, dalam pesantren kilat, warga binaan juga diajarkan tentang akhlak, fiqih, dan tauhid ajaran Islam. Selama 5 hari pelaksanaan, jamaah yang merupakan warga binaan mengikuti dengan antusias. Sedangkan kenikmatan berbuka bersama juga dirasakan warga binaan. Setiap Jumat mereka menikmati buka bersama dengan jajaran pemerintah kota (Pemkot) Solo. Selain itu dari Majelis Tafsir Alquran (MTA), PDAM, Alumni Warga Binaan, Pengadilan Negeri (PN) Solo, pegawai Rutan dan lain sebagainya.

Dijelaskan, kegiatan Ramadan ini dilakukan dengan aktif oleh internal Rutan. Bahkan terkadang khotib dan imam juga merupakan warga binaan yang tengah menjalani sanksi hukuman.

“Ada juga yang mampu memimpin jamaah dan memberi tausiyah,” kata Karutan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge