0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidak Pasar, Upaya Pengendalian Inflasi

dok.timlo.net/nanang rahadian
Operasi pasar LPG 3 kg (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Solo —  Upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Solo dalam rangka untuk mengendalikan harga komoditas sejumlah barang terutama pada kelompok volatile food dan inti agar tidak mengalami lonjakan hingga Lebaran. Salah satunya, menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Ismet Inono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pasar.

“Setelah pekan lalu Sidak pasar, pekan depan kita akan Didak pasar lagi untuk melihat tren terakhir perkembangan harga dari komoditas-komoditas yang relatif bandel,” ungkap Ismet kepada Timlo.net,
di Kantor BI Solo, Kamis (2/7).

Maksudnya, kata Ismet, komoditas yang masih mengalami kenaikan, termasuk cabe. Padahal di sejumlah tempat telah panen. Tetapi harga seperti halnya cabe belum banyak bergerak turun. Seperti halnya harga daging daging
ayam ras juga masih naik. Artinya, diperkirakan komoditas kelompok volatile food diperkirakan masih menyumbang inflasi hingga Lebaran.

“Harapannya inflasi masih bergerak pada kisaran 0,4 – 0,5%, tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Seiring dengan itu, terkait dengan antisipasi Pertamina dengan keberadaan gas melon atau gas ukuran 3 kg hingga Lebaran, menurut Ismet, sudah cukup bagus. Begitu pula kerjasama TPID dan Pemerintah Daerah
setempat telah menurunkan tim monitoring.

“Tim itu melihat mana saja pangkalan-pangkalan yang kosong, sehingga segera diinformasikan untuk diisi. Otomatis untuk menekan harga gas melon agar tidak liar,” ujar Ismet.

Ismet yang juga Sekretaris TPID Kota Solo mengatakan, upaya lain untuk menekan inflasi terutama menekan harga kebutuhan, adalah mengadakan pasar murah di daerah marginal atau pinggiran.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge