0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Beli PSK, Imam Edarkan Proposal Sumbangan Fiktif

Tersangka penipuan berkedok pengajuan proposal (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polisi mengamankan tersangka penipuan berkedok sumbangan masjid dan pembangunan Taman Alquran bernama Imam Agus Salim (47), warga Pucangsawit RT 03/ RW 07 Jebres, Solo, Senin (29/6) lalu. Aksinya berhasil digagalkan, setelah salah seorang securiti merasa curiga dengan tanda tangan yang berada didalam proposal yang diajukan tersangka.

“Tersangka sudah tiga tahun menggunakan modus meminta sumbangan masjid dengan pengajuan proposal untuk pembangunanan masjid dan tempat pembangunan pendidikan Alquran,” kata Kapolsek Jebres Kompol Edison melalui Kanit Reskrim Polsek Jebres AKP Widodo.

Peristiwa bermula, saat tersangka mengajukan proposal ke Bank BRI Martadinata, Jebres, Solo pada Jumat (26/6) lalu. Waktu itu, tersangka diminta oleh securiti untuk meninggalkan proposal dan pemberian sumbangan
akan diberikan pada hari Senin. Namun, saat membaca isi proposal, petugas keamanan itu merasa curiga lantaran tanda tangan Lurah Pucang Sawit tidak seperti yang tertera di proposal pengajuan.

“Jadi, si Satpam ini kenal betul dengan tanda tangan Lurah Pucang Sawit, Jebres. Lantaran curiga, ia menanyakan langsung ke pihak kelurahan. Ternyata benar, bahwa tanda tangan di proposal itu palsu,” terang Kanit
Reskrim.

Hingga akhirnya, pihak Bank BRI melaporkan kejadian tersebut. Mendapat laporan, pihak kami langsung bertindak dengan memancing tersangka untuk datang supaya mengambil uang sumbangan. Saat mengambil uang itulah, tersangka ditangkap.

Dari pengakuan tersangka, dirinya telah melakukan modus penipuan dengan pengajuan proposal tersebut selama tiga tahun. Saat memasuki Bulan Ramadan, tersangka memanfaatkannya dengan menyebarkannya sejumlah tempat.

“Tiap Ramadan biasanya mendapat Rp 500 ribu untuk satu tempat. Tahun kemarin sekitar Rp 1 juta. Untuk tahun ini baru Rp 250 ribu. Rencananya, uang yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membeli PSK,” kata tersangka.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 14 stempel palsu, tiga tinta cap, empat tatakan cap, dua buah bolpoint, baju batik warna mera dan empat proposal. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP Subsider Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara paling lama enam tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge