0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Korban Hercules, Peltu Yahya Tak Jadi Menikahkan Putrinya

merdeka.com

Almarhum peltu yahya komari

Timlo.net — Jenazah Peltu Yahya Komari hanya sekitar 30 menit disemayamkan di rumah duka di Pondok Wisata Blok F-21 Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sebelum disalatkan di masjid Baitulrachman di lingkungan Lanud Abdulrachman Saleh, keluarga menggelar upacara brobosan.

Upacara brobosan yang merupakan tradisi Jawa itu dipimpin oleh seorang tokoh agama. Anggota keluarga diminta untuk brobos dengan melewati bawah peti yang diangkat petugas.

Tampak istri almarhuman korban kecelakaan Pesawat Hercules, Sriwahyuningsing diikuti anak dan menantunya menerobos peti jenazah. Tradisi ini sebagai perwujudan mikul duwur mendem jero atau sikap bakti pada almarhum.

Gatot Setiawan selaku kakak ipar almarhum, mewakili keluarga meluruskan tentang kabar rencana pernikahan mayit. Semula sempat tersebar rencana pernikahan putri keduanya, Dwi Natalia di hadapan jenazah almarhum.

“Tidak ada pernikahan mayit, memang rencananya almarhum setelah lebaran akan membalas lamaran, sekaligus merencanakan pernikahan putrinya. Jadi tidak ada rencana pernikahan mayit,” kata Gatot Setiawan, Kamis (2/7) dini hari.

Dwi Natalia, kata Gatot, pada Mei lalu menerima lamaran dari Ibnu Hasan, seorang Perwira AU yang juga bertugas di Lanud Abdulrachman Saleh. Setelah lebaran, keluarga berencana membalas lamaran ke Temanggung.

Jenazah Yahya Komari bersama Andik Supriyadi langsung di makamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati Malang. Sementara jenazah atas nama Agus Purwanto, Ngateman, Parijo langsung dimakamkan di TMP Marga Baka. Sedangkan tiga yang lain yakni jenazah Kapten Shandhy Permana dimakamkan di Semarang, Peltu Ibnu Kohar di Mojokerto dan Serma Bambang Hermanto ke Magetan.

[efd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge