0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merah Putih Berkibar Menyambut Almarhum Prada Alfian

repro.timlo.net/aditya

Almarhum Prada Alfian diapit kedua orangtuanya

Klaten – Sebuah bendera merah putih berukuran kecil berkibar di pintu masuk gang di ruas Jalan Raya Manisrenggo. Bendera itu menjadi pertanda menuju rumah duka salah seorang korban jatuhnya pesawat Hercules C130 di Medan, Prajurit dua (Prada) Alfian Zulfikar (23), pada Selasa (30/6) lalu.

Alfian, begitu panggilan akrabnya, berasal dari Dusun Tiyasan RT 02/RW 01, Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten. Pemuda 23 tahun ini baru tiga tahun bertugas sebagai prajurit TNI AU. Dia merupakan putra pertama dari tiga bersaudara laki-laki, pasangan Mujiyono dan Sriningsih.

“Selepas lulus dari SMK Muhammadiyah Cangkringan, Sleman, Alfian mendaftar menjadi tentara pada tahun 2012 di Yogya. Kemudian sempat mengenyam pendidikan di Solo dan Bandung hingga akhirnya ditempatkan di skuadron angkut 32 Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur,” tutur ayah almarhum, Mujiyono (54), Rabu (1/7).

Ditambahkannya, semasa hidup, almarhum tidak banyak bercerita tentang pesawat Hercules. Namun demikian, bila terjadi kerusakan, dia bersama teman-temannya di tekhnisi skuadron 32-lah yang selama ini merawat dan memperbaiki pesawat itu.

“Katanya, pesawat Hercules digunakan untuk mengangkut barang. Selain itu, dia pernah cerita kalau oli pesawat sangat keras atau sensitif bila mengenai kulit,” tambahnya.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, persiapan upacara pemakaman telah terlihat sejak memasuki rumah duka almarhum. Belasan pelayat, diantaranya aparat dari TNI dan Polri, tampak hadir ikut berbela sungkawa. Hingga berita ini diturunkan, jenazah belum tiba dirumah duka. Rencananya, Prada Alfian akan disemayamkan, Kamis (2/7) besok, sekitar pukul 11.00 WIB.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge