0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

861 Toko Kelontong Dikerjasamakan dengan Toko Modern

dok.timlo.net/daryono
Kepala Disperindag Solo, Triana (dok.timlo.net/daryono)

Solo –  Sebanyak 861 toko kelontong di Solo menjalin kerjasama dengan distributor dan toko modern. Kerjasama itu difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo.

“Mereka (toko kelontong) diberi kartu (member) dan dengan kartu itu diberi harga yang murah. Kalau tidak laku bisa ditukarkan. Ketika ada barang diskon akan diberi informasi,” kata Kepala Disperindag Solo, Triana kepada wartawan, usai rapat kerja dengan Komisi III DPRD Solo, Rabu (1/7) di gedung dewan.

Dalam kerjasama itu, lanjut Triyana, toko kelontong yang mengambil barang dari toko modern diberikan harga grosir meski pembeliannya dalam jumlah sedikit. Dengan mendapatkan harga lebih murah diharapkan harga yang dijual toko kelontong lebih kompetitif dan bisa bersaing.

“Kulakan satu books dengan satu truk akan diberikan harga yang sama,” ujarnya.

Selain mendapatkan harga miring, para pengelola toko kelontong juga diberikan pelatihan cara mengelola toko. Pelatihan itu misalnya menyangkut menata barang dan menentukan harga jual. Pasalnya, selama ini pengelola toko kelontong masih menentukan harga jual dengan cara dipukul rata 5-10 persen.

Triana memastikan, program kerjasama toko kelontong dengan toko modern ini akan terus dilanjutkan. Pihaknya berharap semakin banyak toko kelontong yang bisa dikerjasamakan.

“Saat ini baru 861 toko kelontong itu. Bisa terus bertambah. Pendataan juga jalan terus. Kalau ada data masuk ya kita koordinasikan, langsung,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Solo, Siti Muslikah meminta adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara toko kelontong dengan toko modern. Hal ini agar jelas fasilitas apa yang diterima toko modern.

“Perlu ada MoU di awal. Toko kelontong binaan akan dapat fasilitas apa. Jangan hanya janji di awal. Nanti diskonnya hanya setengah persen. Jangan sampai kita ngajak orang belanja ke sana tetapi tidak dapat apa-apa,” bebernya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge