0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Foto Profil Pelangi Facebook Timbulkan Kontroversi

Foto pelangi Facebook

Dok: Timlo.net/BBC

Foto pelangi Facebook

Timlo.net—Jika Anda membuka Facebook akhir minggu lalu, Anda mungkin melihat foto profil beberapa teman Anda berubah menjadi warna pelangi. Anda bahkan mungkin mengubah foto profil Anda menjadi pelangi. Sebuah alat filter pelangi diperkenalkan Facebook minggu lalu. Rupanya fitur ini menjadi cara jejaring sosial itu merayakan keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang mengesahkan pernikahan sesama jenis di negara itu. Banyak pihak yang mendukung langkah ini. Tapi tidak semua pihak menyambut keputusan ini dengan sikap positif. Beberapa pihak bahkan menolak dengan keras.

Untuk menyindir filter foto pelangi Facebook, beberapa aplikasi beredar dari Rusia. Salah satu aplikasi didownload lebih dari 4 ribu kali. “Respons kami terhadap dunia pelangi #Proudtoberussian,” kata salah seorang warga Moskow, Rusia, Elena Starkova.

Rusia memiliki undang-undang yang melarang penyediaan informasi tentang homoseksualitas kepada penduduk berusia di bawah 18 tahun. Sebuah polling terkini menunjukkan 80 persen orang Rusia menolak pelegalan pernikahan sesama jenis.

Tapi ada juga orang Rusia yang mengkritik sikap mayoritas penduduk negara ini. Misalnya Anna Koterlnikova, mengubah foto profilnya menjadi bendera pelangi, dan menulis: “Maaf! Saya normal dan orang Rusia tapi saya tidak homofobia!”

Di Timur Tengah, banyak pengguna media sosial juga menolak keras bendera pelangi ini. “Pesan ini pesan yang melukai saya,” kata pengguna Twitter dari Mesir Sharif Najm. Sementara Rami Isa dari Suriah mentweet: “Terkutuklah kalian dan pernikahan kalian. Kalian telah mengubah [simbol] masa kanak-kanak yang tidak berdosa, kami dulu menggunakan pelangi.”

Seorang profesor ilmu politik Mesir, Ahmad Abd-Rabbuh, berkata pernikahan gay tidak bersifat harmonis dengan budaya dan masyarakat. “Saya tahu saya akan membuat banyak teman saya marah,” komentarnya.

Di Mesir, sekitar 2 ribu tweet menyebut soal pelangi ini, kebanyakan mengkritik. Beberapa pengguna bahkan dengan nada sarkastik menyalahkan badai yang terjadi akhir minggu lalu di negara itu dikarenakan para pengguna yang mengubah foto profil mereka menjadi pelangi. Tapi tidak semua orang bereaksi negatif, presenter TV Mesir Muna Iraqi berkomentar: “[Saya mendukung] hak orang untuk hidup dan mencintai dengan bebas, tanpa adanya hukuman.”

Di Negara Paman Sam sendiri tidak semua warganya mendukung pernikahan sesama jenis. Menurut data Pew Research Center, sekitar dua perlima warga AS menolak pernikahan sesama jenis.

“Saya 100 % menolak pernikahan gay,” tweet Joshua Taipale. “Saya memiliki teman-teman gay dan mereka orang-orang yang hebat, sikap saya bukan karena hal pribadi. Tapi AS tidak bisa memutuskan. Seharusnya per negara bagian,” tambahnya.

Bahkan beberapa aktivis transeksual mengkritik Facebook. Walaupun jejaring sosial itu mensponsori parade “gay pride” di San Francisco. Mereka mengkritik kebijakan penggunaan nama asli yang dikeluarkan Facebook.

Sumber: BBC

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge